Beranda News Pilgub Lampung Dugaan Taipan di Balik Kampanye Arinal, Ketua PWI Lampung Dijadikan Saksi

Dugaan Taipan di Balik Kampanye Arinal, Ketua PWI Lampung Dijadikan Saksi

484
BERBAGI
Demo aktivis Humanika di depan Kantor Bawaslu Lampung
Demo aktivis Humanika di depan Kantor Bawaslu Lampung

TERASLAMPUNG.COM — Sebanyak 10 aktivis Humanika menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Lampung, Jumat (11/5/2018).Mereka menuntut KPU dan Bawaslu Lampung segera melakukan audit investigasi dana aliran kampanye paslon nomor 3 Arinal-Nunik, yang didalamnya ada keterlibatan PT Sugar Group Company (SGC).

Koordinator Humanika Lampung, Basuki, menjelaskan aksi tersebut untuk mendesak Bawaslu agar menjalankan amanat UU dalam melihat pelanggaran pemilihan kepala daerah. Aksi itu dilakukan sebagai tindak lanjut laporan ke Bawaslu Lampung terkait dugaan taipan pemilik PT SGC, Ny. Purwanti Lee, berada di balik kampanye cagub-cawagub Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

Dalam laporannya beberapa hari lalu, Humanika mengatakan  kampanye paslon 3 di Dente Teladas dan Banjar Sari, Metro, Ny.Purwanti Lee Hadir. Munculnya bos penguasa pabrik gula terbesar di Indonesia itu dinilai memperkuat dugaan publik bahwa Arinal Djunaidi dibiayai pemodal besar pada Pilgub Lampung 2018.

Soal saksi, kata Basuki, Humanika mengajukan nama Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian. Di sejumlah media online dan media sosial beberapa waktu lalu memang foto-foto keakraban Supriyadi dan Ny. Purwanti tersebar luas.

“Karena kami menganggap pers adalah pilar ke empat demokrasi setelah, eksekutif, legislatif dan yudikatif. Pers juga yang turut serta menjaga marwah demokrasi dan harus menjaga independensi,” ungkap dia.

Basuki juga menjelaskan, langkah ini sudah sesuai aturan, bahwa tanpa atau dengan laporan, sebenarnya Bawaslu mempunyai kompetensi atas peristiwa yang dianggap melanggar peraturan penyelenggaraan pemilihan gubernur,

“Artinya Bawaslu bisa langsung merekomendasi kepada KPU Lampung untuk dilakukan audit investigasi dana kampanye paslon 3 dengan menggandeng akuntan publik yang independen dan kredibel,” katanya.

Menurut Basuki. Humanika juga mendesak Bawaslu untuk segera memproses laporan dan segera memanggil Purwanti Lee, selaku Vice Presiden PT SGC atas dugaan pelanggaran korporasi dalam Pilgub Lampung dengan mensponsori dana tidak sesuai dengan aturan.

“Meski bukti pendukung pelaporan itu belum lengkap, kita akan kembali melengkapi bukti pendukung tambahan berupa video Purwanti Lee saat memakai atribut kampanye paslon nomor tiga dan beberapa dokumen lainnya seperti foto pada Jumat ini mendatang,” kata Basuki di kantor Bawaslu.

Dalam pelaporan tersebut, pihaknya melampirkan beberapa dokumen berupa laporan dana kampanye sekitar Rp4,5 miliar dan foto Ny. Lee saat menghadiri kegiatan kampanye pasangan nomor urut tiga di Tuba.

Bukti itu memperkuat laporan dugaan Ny. Lee sapaan akrab Purwanti Lee yang mendanai kampanye paslon nomor urut tiga tersebut dengan ditemukan adanya pembagian uang hampir disetiap kampanye.