Beranda Hukum Kriminal Dukun Palsu dari Tanggamus Ini Tipu Korbannya Hinga Ratusan Juta

Dukun Palsu dari Tanggamus Ini Tipu Korbannya Hinga Ratusan Juta

387
BERBAGI
UM (39), perempuan warga Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Punggung diamankan petugas Unit PPA Polres Tanggamus dan Polsek Pugung.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS — Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tanggamus dan Polsek Pugung, menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) berinsial UM (39), warga Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Punggung terkait kasus penipuan dan penggelapan dengan modus sebagai dukun. Pelaku mengelabui korbannya hingga merugi Rp 216 juta.

Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma melalui Kapolsek Pugung, Ipda Mirga Nurjuanda mengatakan, pelaku UM yang merupakan seorang IRT berbadan tambun dan tomboy itu, ditangkap oleh anggotanya bersama petugas Unit PPA Polres Tanggamus di rumahnya, pada Selasa 23 Oktober 2018 siang lalu sekitar pukul 14.30 WIB di Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Punggung.

“Penangkapan pelaku UM, atas laporan korban Dasrsono (59) yang merupakan tetangga dari pelaku sendiri. Pelaku terbukti telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap korban, berdasarkan dua alat bukti yang cukup,”ujarnya, Kamis 25 Oktober 2018.

Dikatakannya, saat ini pelaku dan barang bukti yang disita berupa empat buah kotak yang terbuat dari anyaman bambu, satu buah piring, selembar surat pernyataan dan satu lembar bukti transfer diamankan di Mapolsek Pugung guna penyidikan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Pelaku menerima uang Rp 216 juta dari korban sebanyak enam kali, tapi uang hasil dari kejahatan menipu itu telah dihabiskan pelaku untuk membeli keperluan sehari-hari dan juga sesajen sebagai syarat pengobatan,”ungkapnya.

Ipda Mirga Nurjuanda mengutarakan, dalam melancarkan aksi penipuannya, pelaku UM mengaku sebagai dukun dan bisa menyembuhkan penyakit tulang yang diderita istri korban. Yakni dengan syarat, harus dilakukan pengobatan selama tujuh kali dan korban harus memberikan jaminan berupa uang senilai Rp 216 juta.

“Modusnya, pelaku membakar sesajen lalu uang yang diminta sebagai syarat dimasukkan ke dalam kotak yang terbuat dari anyaman bambu dan rotan, setelah itu uang dipindahkan dengan ditaruh dibawah bantal pelaku,”bebernya.

Dari keterangan korban, kata Ipda Mirga Nurjuanda, uang senilai Rp 216 juta tersebut, diserahkan ke pelaku UM dalam enam tahap. Baik itu diberikan secara langsung, maupun melalui transfer bank dan uang tidak boleh dikurangi.

“Pelaku menjanjikan, bahwa uang itu akan kembali lagi utuh sampai istri korban sembuh,”ucapnya.

Jika tidak memenuhi permintaan pelaku, lanjut Ipda Mirga Nurjuanda, anak korban nantinya akan mengalami penyakit yang sama seperti yang dialami ibunya (istri korban). Khawatir terjadi sesuatu, akhirnya korban mau menuruti perintah pelaku UM dan menaruh uang yang diminta oleh pelaku tersebut.

“Setelah tujuh kali pengobatan sejak November 2017 lalu, ternyata istri korban tidak juga kunjung sembuh. Uang jaminan sebesar Rp 216 juta yang disimpan dalam kotak dari anyaman bambu yang di taruh di rumah pelaku hilang semua,”terangnya.

Merasa ditipu oleh pelaku, selanjutnya korban melaporkan aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh UM dengan berkedok sebagai dukun ke Mapolsek Pugung. Petugas menindaklanjuti, dan menangkap pelaku UM di rumahnya dan menyita sejumlah barang sebagai alat bukti.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 372 atau 378 KUHP Tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan (Tipugelap), dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun,”pungkasnya.

Loading...