Beranda Kolom Kopi Sore E-KTP Vs “Digital Payment”

E-KTP Vs “Digital Payment”

545
BERBAGI
Ketua Yayasan Alfian Husin, Dr. Andi Desfiandi, M.A.

Andi Desfiandi

E-KTP itu tidak bisa untuk bayar rumah sakit, beli makanan di warteg, bayar hotel, bayar dokter, bayar uang kuliah, bayar kampanye, dan sebagainya.

Di negara negara maju yang sudah sangat lama menerapkan Single Identity Number (SIN) saja masih menggunakan debit card, kartu kredit, kartu toko, kartu asuransi, dll.

Sedangkan di Indonesia e-KTP kita belum menjadi SIN dan sedang dalam proses menjadi SIN sehingga akan memudahkan dalam seluruh layanan publik serta administrasi kependudukan, dan bisa digunakan untuk beragam keperluan seperti imigrasi, SIM, data nasabah, perbankan, pajak, kepolisian, PLN, telepon, kepemilikan aset, dan sebagainya.

SIN adalah bank data nasional dan bukan alat pembayaran yang sah di mana pun di dunia, termasuk di Indonesia. Sebab, transaksi hanya bisa dilakukan secara tunai, giral, termasuk transaksi elektronik.

Di era 4.0 ini sudah dikembangkan pembayaran digital sehingga mengurangi transaksi tunai dalam setiap aktivitas ekonomi bahkan hanya dengan menggunakan perangkat handphone saja kita sudah bisa melakukan beragam transaksi.

Jadi, sekali lagi e-KTP ataupun SIN sekalipun bukan menjadi alat pembayaran dan tidak bisa menggantikan uang tunai, kartu ataupun transaksi elektronik.Entah kalau ada ilmu baru yang sangat canggih akan menggantikan revolusi industri 4.0 dstnya.Kalau ada, transaksi ekonomi/keuangan cukup dengan menunjukkan e-KTP saja. Wallahualam.***

*Dr. Andi Desfiandi adalah Ketua Yayasan Alfian Husin

Loading...