Beranda Hukum Kriminal Edarkan Narkoba, Residivis Curat Dapat Rp 6 Juta tiap Bulan

Edarkan Narkoba, Residivis Curat Dapat Rp 6 Juta tiap Bulan

350
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kasat Reserse narkoba Polresta bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno Saat menunjukkan barang bukti barkoba jenis sabu dari tersangka Puji Haryanto (20) dan Imam Saputra (20). 

BANDARLAMPUNG–Puji Haryanto (20) residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat), ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, dirumahnya di Jalan Merbau, Kelurahan Tanjung Raya, Kedamaian, Bandarlampung, Sabtu (24/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Selain tersangka Puji, polisi juga menangkap Imam Saputra (20) warga Jalan Kudu Pedang, Kelurahan Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

Kasat Serse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno mengatakan, tersangka Puji dan Imam ditangkap saat akan mengantarkan satu peket sedang sabu-sabu di rumah milik tersangka Puji di Jalan Merbau, Kelurahan Tanjung Raya, Kedamaian, Bandarlampung. Satu paket sedang sabu, ditemukan didalam bungkus kotak rokok Class Mild.

Dari tangan keduanya, selain menyita barang bukti sabu petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa lima plastik bekas isi sabu, tujuh pak plastik klip dan satu buah timbangan digital yang ditemukan di dalam rumah tersangka Puji.

“Tersangka Puji dan Imam, kami tangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah milik tersangka Puji kerap dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta narkoba. Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan dan penggrebekan. Keduanya ditangkap saat akan mengantarkan sabu-sabu, guna pemeriksaan lebih lanjut tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor,”kata Yustam kepada wartawan, Minggu (25/5).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Puji Haryanto mengakui barang haram tersebut adalah miliknya. Rencananya, akan di antarkan kepada salah seorang pemesannya. Sabu-sabu, didapat Puji dari kakaknya sendiri berinisial GR (DPO) dengan cara membeli seharga Rp 4,4 juta/4 paket sedang. Lalu dengan tersangka Puji, di pecah kembali menjadi beberapa paket sedang dan kecil untuk dijual kembali.

“Sebagian sabu sudah dijual tersangka, ada juga yang digunakan sendiri oleh tersangka. Satu paket sedang sabu dijual seharga Rp 1,2 juta, dan mendapat keuntungan dalam satu paketnya sebesar Rp 200 ribu,” kata dia.

Menurut Yustam, selain sebagai sebagai pengedar kedua tersangka juga sebagai pengguna narkoba.

“Setelah sabu berhasil diantarkan kepada pemesannya, baru keduanya menggunakan sabu-sabu di rumah tersangka Puji. Tersangka Puji adalah Residivis kasus pencurian pada tahun 2014 lalu, dan tersangka sempat menjalani hukuman selama empat bulan penjara di Lapas Way Hui,”jelasnya.

Perwira menengah ini menambahkan, petugas kini masih mengembangkan kasusnya dan memburu tersangka GR (DPO) kakak dari tersangka Puji yang diduga sebagai pemasoknya.

Sementara itu, Puji, pria yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di Pasar Tumpah Tanjung Gading, Bandarlampung, mengaku menjalankan  bisnis narkoba karena penghasilan dari juru parkir tidak mencukupi untuk keperluan dirinya. Apalagi dirinya sudah kecanduan narkoba. Dengan bisnis narkoba, kata dia, pasokan narkoba untuk dikonsumsi sendiri pun jadi lebih lancar.

“Karena sudah kecanduan pakai sabu, dan tidak punya uang untuk membelinya terpaksa saya jadi pengedar. Selain dijual, sabu itu ada yang saya konsumsi sendiri dan saya menggunakannya dirumah bersama teman saya Imam yang juga ikut tertangkap,”kata Puji.

Diakuinya, sudah sejak dua tahun ia kecaduan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, sebelum ia masuk penjara karena terlibat kasus pencurian hingga keluar dari penjara. Ironisnya sabu-sabu yang ia dapatkan, adalah dari kakak kandungnya sendiri berinisial GR (DPO) yang menjadi pemasoknya.

“Saya dapat sabu itu dari kakak saya sendiri, empat paket sedang sabu saya beli seharga Rp 4,4 juta. Sabu itu saya jual lagi dan di pecah menjadi beberapa paket, satu paket sedang dijual seharga Rp 1,2 juta, ke untungannya sebesar Rp 200 ribu. Dalam satu bulan, saya dapat keuntungan dari jual narkoba sebesar Rp 6 juta,”ungkapnya.

Kedua tersangka akan jerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun, dan paling lama 20 tahun penjara.

Loading...