Edarkan Sabu, Mahasiswa Dibekuk Polisi

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com –Tim Buru Sergap Subdit I Direktorat Narkoba Polda Lampung membekuk Dimas Juliansyah (24), seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandarlampung, karena terlibat kasus narkoba.

Warga Jl. Pulau Buton Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung . itu ditangkap di sebuah rumah kos di Jl. Gajahmada Gang Damai, Kecamatan Tanjungseneng, Bandarlampung, Selasa (4/11) sekitar pukul 18.00Wib. Dari tangan tersangka, disita 10 bungkus plastik klip yang berisi sabu seberat lima gram.

Kasubdit I Ditnarkoba Polda Lampung, AKBP P.Purba mengatakan, tersangka Dimas diringkus petugasnya berdasarkan laporan masyarakat, Selasa sore.

“Dari informasi itu, saya bersama anggota langsung menyelidiki rumah kos yang dimaksud. Alhasil, kami dapati seorang pria yang berada dalam kamar kos tersebut bernama Dimas Juliansyah,” kata Purba saat ditemui diruangannya, Rabu (5/11).

Setelah itu, petugas melakukan penggeledahan dikamar tersebut dan ditemukan barang bukti sabu sebanyak 10 bungkus plastik klip dengan berat lima gram. “Barang bukti itu kami temukan di dalam kantong celana tersangka,” ujarnya.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Direktorat narkoba polda lampung guna dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, Purba menjelaskan, tersangka mengakui bahwa barang haram (sabu) tersebut didapat dari Boy. Rencananya, sabu itu akan kembali dijual oleh tersangka Dimas kepada pemesan yang sudah memesan sebelumnya kepada tersangka.

“Selain mengedarkan sabu, tersangka juga memakainya. Usai didapat dari seorang bandar bernama Boy, sabu itu dipecah lagi menjadi beberapa paket yang rencananya akan dijual kepada pemesannya,” jelasnya.

Menurut Purba, tersangka merupakan pengedar karena dari barang bukti yang disita melebihi dari satu gram.

“Sudah jelas tersangka Dimas ini adalah pengedar, karena jumlah barang bukti sabu yang kami temukan sebanyak 5 gram,” tuturnya.

Ditambahkannya, mendapat informasi dari tersangka, petugas lalu memburu Boy di kediamannya. Namun, Boy sudah tidak ada dirumahnya atau melarikan diri. Kini, kasus tersebut masih dikembangkan guna menangkap Boy yang diduga menjadi bandar sabu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka Dimas, kata Purba, akan dijerat dengan pasal 114 dan 112 UU RI No35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana paling seingkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Zainal Asikin

  • Bagikan