Edi dan Wawan Senang Dapat Miliki SIM Khusus bagi Difabel

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com



BANDARLAMPUNG-Salah seorang penyandang disabilitas, Edi Nainggolan (37), mensku sangat terbantu atas kepedulian Polresta Bandarlampung yang sudahmemfasilitasi  dirinya, selaku penyandang disabilitas (cacat) melakukan pengurusan dan mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) D tersebut.

“Ya pastinya senanglah sudah resmi punya SIM D ini. Ini jadi kado untuk saya sendiri dan untuk teman-teman disabilitas lainnya. Harapannya, dapat memotifasi teman-teman disabilitas lainnya untuk mengurus dan memiliki SIM D,”kata Edi kepada teraslampung.com usai uji SIM D di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, sudah sejak lama dirinya ngajukan permohonan SIM D ini. Akhirnya saya punya SIM D setelah difasilitasi Satlantas Polresta Bandarlampung. Pengurusan SIM D perdana ini, diharapkan dapat memotifasi rekan difabel lainnya untuk sadar memiliki surat izin mengemudi.

Dikatakannya, saat dirinya menjabat sebagai sekretaris Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandarlampung.

Sebelumnya, ia pernah mengajukan usulan permohonan untuk pembuatan SIM D pada tahun 2014 lalu, namun usulannya belum terealisasi.

Selanjutnya, pada saat perayaan Natal Desember 2015 lalu, ia sengaja memarkirkan sepeda motornya tepat di samping kendaraan mobil milik Kapolda Lampung, yang saat meninjau keamanan malam perayaaan Natal di gereja.

“Saat saya parkirkan motor, lalu pak Kasat Lantas Polresta mendekati saya. Dia (Kasat Lantas) menanyakan, sudah ada SIM belum. Ketika ditanya itu, sangat kebetulan sekali memang saya mau minta untuk difasilitasi membuat SIM D,”katanya.

Setelah itu, Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, Kompol Indra Novianto ini menjanjikan akan memfasilitasi dirinya sebagai penyandang disabilitas untuk membuat SIM D ini.

“Pada tahun 2016 inilah, saya dan Wawan teman saya dapat memiliki SIM D khusus penyandang disabilitas. Jadi tidak khawatir lagi saat dijalan, kalau suda3h memiliki legalisasi kelengkapan
kendaraan,” kata mantan sekretari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPFI) Kota Bandarlampung itu.

Dikatakannya, saat ini ada lima orang penyandang disabilitas  yang tergabung dalam PPDI untuk di Kota Bandarlampung. Mereka juga ingin memiliki SIM D ini juga, karena SIM D menjadi kebutuhan menunjang dalam mobilitas dan beraktifitas sehari-hari. beberapa orang penyandang disabilitas, mereka ada yang bekerja mendistribusikan produk hasil kerajinan tangan, bengkel elektronik dan lainnya.

“Sim D sangat dibutuhkan, agar   penyandang diffabel seperti kami dapat legalisasi mengendarai kendaraan bermotor. Memiliki SIM D, sangat membantu ruang gerak kami beraktivitas,”terangnya.

Dengan memiliki SIM D, kata Edi, untuk rekan-rekan difabel pengendara motor lainnya akan memiliki legalitas saat berkendara di jalan raya. Selain itu juga, ada asuransi yang menaunginya jika terjadi sesuatu di jalan raya.

“Saya akan sosialisasikan dan mengajak seluruh rekan difabel pengendara motor lainnya, untuk mengurus dan memilik SIM D,”pungkasnya.

  • Bagikan