Beranda News Obituari Edward Antony, Sosok Sederhana dan Baik Hati

Edward Antony, Sosok Sederhana dan Baik Hati

608
BERBAGI
Wakil Bupati Way Kanan, Dr. Edward Antony. Foto: Pemkab Way Kanan

TERASLAMPUNG.COM — Kabar duka tentang wafatnya Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony, pada Minggu (16/8/2020) pagi yang dimuat Teraslampung.com mendapatkan reaksi beragam dari para pembaca. Sebagian pembaca meragukan informasi yang disajikan teraslampung.com dan mengira sebagai kabar bohong atau hoaks.

BACA: Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony Wafat karena Covid-19

Namun, dalam hitungan menit, kabar itu kemudian terkonfirmasi kepastiannya. Kerabat dan warga Lampung yang mengenal sosok Edward Antony pun membenarkan kepergian untuk selamanya pria yang lahir pada 8 Oktober 2020 nanti genap berusia 60 tahun itu. Penegasan mereka disampaikan lewat sejumlah komentar di tautan berita yang tersebar di media sosial.

Sejak pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB, linimasa media sosial –terutama Facebook — pun penuh dengan ucapan duka cita atas wafatnya salah satu putra terbaik Way Kanan itu.

“Bang Edward Antony … sedemikian banyak yang berdoa untuk kesembuhannya, tapi ternyata Allaah SWT lebih sayang pada beliau dengan memanggilnya pada hari ini sekira pukul 04. 49 tadi di ruang isolasi RSU Abdoel Moeloek. Innalillahi wa innailaihi raajiuun. Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang baik…” tulis anggota DPRD Lampung dari Fraksi Demokrat, Yozirizal.

Ginta Wirsasenjaya, pengusaha Lampung, dalam komentar di WAG Teraslampung menulis: “Pak Edward sahabat yg baik meskipun beliau memang sdh lama sering tdk sehat, semoga almarhum dalam keadaan husnul khotimah, semoga Allah menempatkanmu di surga Nya ya sahabatku…”

Risep Fantri Rosa, staf Pemkab Way Kanan yang pernah menjadi anak buah langsung Edward, menulis: Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah Bp. Dr. H. Edward Anthony, MM. Wakil Bupati Way Kanan Beliau orang yang baik, cerdas dan bersahaja, semoga husnul khatimah, diampuni segala dosa2nya, diterima semua amal ibadah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan. Selamat jalan Pak Edward, semoga semua pengabdianmu selama ini mendapat pahala dari Allah Swt. Aamiin YRA.”

Risep termasuk orang yang sangat kehilangan atas meninggalnya Edward Antony. Sejak Edward dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di RSU Abdul Moeloek, beranda Facebook Risep dipenuhi tulisan tentang doa dan kisah kebersamaan dengan pria yang menurutnya cerdas dan bersahaja itu.

Pada Rabu malam, 12 Agustus 2020, misalnya, Risep menulis: “Sulit menahan diri untuk menuliskan ini, karena terlalu banyak rindu dan cinta kami padamu.
Beribu kata dan berlembar kertas tidaklah cukup tuk menggambarkan perasaan ini.

Beliau bukan sekedar pimpinan, atasan, mentor bagi kami. Beliau adalah orang tua kami, yang menjadi panutan dan idola anak-anaknya. Konsisten, inovatif, berani, cepat, tegas namun lembut dalam sikap, ramah dalam sapa, perhatian kepada siapa pun, tidak berjarak, kerap ngobrol bersama dan selalu memotivasi. Suasana kekeluargaan begitu kental, beliau senantiasa hadir saat kami memiliki momen spesial ataupun saat terkena musibah.

Cepat sembuh Pak, kami terus mendoakan Bapak. Semoga Bapak diberikan kekuatan melawan sakit ini. Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaaukasyifaa’an laa yughadiru saqaman. Aamiin. Doa kami untuk Pak Edward Antony, Pak Kussarwono dan semua yang sedang berjuang melawan pandemik ini.”

Sebelumnya, pada Selasa dini hari (11/8/2020) Risep menuliskan pengalamannya tentang kebersajahaan dan rasa perikemanusiaan Edward Antony:

“Kamu harus ke Jakarta!! Biar lebih jelas kamu sakit apa dan segera diobati, Ipong (driver kantor) akan temani kamu kesana, bawa mobil kantor , lebih cepat lebih baik” begitu kata beliau kepada saya,ketika saya dipanggil di ruang kerjanya.

Kemudian setelah saya dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, beliau mengunjungi saya dan memberikan semangat . Tak lama kemudian beliau meminta tikar kepada istri saya untuk rebahan di dekat tempat saya istirahat dan tanpa terasa beliau tertidur 2 jam lebih ketika sedang menjenguk saya. Mungkin beliau kelelahan.

Begitulah sebagian kecil cerita dengan beliau, Bapak Edward Antony ketika saya pernah menjadi stafnya selama 8 tahun lebih di Dinas P2KA kab Way Kanan pada saat “dirawat” dan Menjadi “alumni” Rumah sakit kanker Dharmais di Jakarta 8 tahun yang lalu.

Dan sekarang, saya dan keluarga berdoa agar beliau memenangkan pertempuran ini, dan saya yakin beliau akan bisa memenangkan pertarungan melawan covid19 ini.

Maafkan saya yang tidak bisa menengok dan membantu beliau. Seperti halnya beliau dulu melakukan itu kepada saya. Berjuang pak, saya meyakini bapak bisa melewati semua ini. Amiiiiinnnnn.

Doa yang sama juga disampaikan oleh Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya. Ketika menerima surat rekomendasi pencalonannya sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan dari DPP PDIP untuk maju Pilkada 2020, pada Selasa (11/8/2020), Adipati Surya mengaku sangat berharap Edward Antony segera sembuh.

“Pak Edward sehat dulu. Mudah-mudahan kado rekomendasi dari PDIP ini dapat membuat Pak Wakil cepat sembuh,” kata Adipati Surya sembari mengajak Way Kanan bersama-sama mendoakan Wakil Bupati Edward Antony lekas sembuh.

“Kita doakan saja Pak Edward segera sembuh agar dapat bersama-sama menjalankan roda pemerintahan kembali dan dapat mencalonkan diri lagi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Waykanan,” katanya.

Raden Adipati Surya menuslikan sebuah ungkapan yang diposting di laman akun medsos pada tanggal 12 Agustus 2020:

“Puluhan tahun kami mengabdi, saya dari anggota DPRD, Ketua DPRD sampai Bupati Way Kanan, beliau Edward Anthony mulai dari staff paling rendah, sampai puncaknya Wakil bupati. Apalagi hampir 4 tahun 5 bulan 25 hari, kami berdua menumpahkan tenaga, pikiran dan semua yang kami punya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, kami tak pernah mengeluh dengan kondisi yang kami hadapi karenakami mencintai Way Kanan dan kami hadapi persoalan bersama. Cepat sembuh pak Wakil bupati, Dr. Edward Antony, MM, saya tunggu di Rumah Kita Way Kanan.”

Postingan menyentuh dari Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya ini, kini dibanjiri ribuan doa dan ucapan doa dari para netizen (warganet).

Ketua Komisi I DPRD Lampung yang juga putra daerah Way Kanan, Yozirizal, mengungkapkan rasa prihatin dan duka mendalamnya.

“Terlebih ayunda , stri beliau, juga sedang menjalani perawatan oleh virus covid-19. Dahulu kami bersahabat meski kadang terjadi pasang surut oleh nafsu duniawi. Belakangan tak terlalu dekat meski juga tak terlampau jauh, hubungan kami bisa dianggap sebagai biasa saja meski saya sudah menganggapnya sebagai kakak sendiri, ini karena masing-masing kesibukan yang membuat kami jarang bersinggungan,” kata Yozi.

“Yang saya tahu beliau orang baik, konsisten terhadap komitmen. Tapi ketika dia merasa dimainin, maka dia akan cepat mengambil sikap secara tegas. Dia pun tak ragu untuk mengutarakan sesuatu hal yang tak berkenan di hatinya tapi terkendala mengambil sikap karena terhalang sikap pimpinannya.”

“Beliau memahami akan tugas pokok dan fungsinya. Selama kurun waktu hampir 15 tahun menjadi pengendali keuangan Pemkab Way Kanan; 3 periode kepemimpinan Bapak Tamanuri (PJ, 2000-2005 sd 2005-2010) + 1 periode Bapak Bustami Zainudin beliau sukses menjaga cash flow Kas Pemkab sehingga tak sampai kedodoran, dan dapat menunaikan kewajiban baik terhadap kalangan ASN maupun pihak ketiga,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Menurut Yozirizal, Edward juga termasuk sosok mudah bergaul, peduli, tak memilih-milih sesiapa saja akan dekat dan merasa diayomi olehnya.

“Ketika menjadi Wakil Bupati pun dia sangat sadar akan posisinya dan dapat saling mengisi, saling asah dan saling asuh dengan Bupati Adipati, chemistry yang kini jarang kita lihat diantara pasangan pemimpin, terbukti mereka sudah menyatakan akan maju kembali secara berpasangan. Saya kira, bukan hanya keluarganya dan Adipati yang merasa kehilangan atas kepergian beliau, tapi mungkin semua pehak yang sempat bersinggungan dan sempat kenal dengannya.

Semoga Allaah SWT mengampuni segala kesalahan beliau, menerima segala amal ibadahnya, melapangkan dalam kuburnya, hingga menempatkan beliau ditempat yang mulia di sisiNYA. Semoga keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kekuatan iman lahir batin,” tutur Yozi.

Dewira/Zainal Asikin

Loading...