Beranda Teras Berita Edwardsyah Pernong, Raja yang Juga Kapolda Lampung

Edwardsyah Pernong, Raja yang Juga Kapolda Lampung

1854
BERBAGI
Sultan Pangiran Edwarsyah Pernong saat bersilaurahmi dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Burhamuddin Andi beberapa waktu lalu (Foto: Novan Saliwa)
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG—Dilahirkan di lingkungan
keluarga tentara dan bercita-cita menjadi tentara, Edwardsyah Pernong justru ‘terjerumus’
menjadi polisi.  Namun,hal itu tidak
pernah disesali pria kelahiran Jakarta 27 Januari 1958 yang kini dipercaya
menjadi Kepala Polda Lampung ini.

Bagi penduduk asli Lampung, Edwarsyah Pernong bukanlah sekadar petinggi Polri.
Ia bukan hanya polisi yang berkarier cemerlang di jalur yang ditekuninya. Lebih
dari itu semua, Edwarsyah Pernong adalah pewaris Kepaksiaan Sekala Brak,
Lampung Barat. 

Sebagai Sultan atau Raja, secara adat Edwardsyah Pernong memilliki kedudukan lebih
tinggi dibanding Gubernur dan Bupati/Walikota. Namun, hingga kini, hal itu sama
sekali tidak pernah ditunjukkah oleh Edwarsyah. Dalam berbagai kesempatan, ia tetap tampak memahami
posisinya dan pandai menempatkan diri. Meski begitu, tak bisa dimungkiri banyak
warga asli Lampung maupun pendatang yang kemudian menjadi penduduk Lampung menempatkan
Edwarsyah sebagai tokoh adat bahkan Raja Lampung dalam pengertian sebenarnya. Sebab.
Ia mndapatkan gelar adat atau gelar kebangswanan Lampung berdasarkan garis
keturunan, bukan karena ia kaya raya dan berkuasa kemudian mendapatkan gelar
adat. 
Moncernya karier Edwardsyah di Kepolisian menambah panjang
dahtar putra Lampung yang menjejakkan kakinya di jabatan tiggi Polri.
Sebelumnya pernah ada Komjen Sjachroedin ZP (karier terakhir di Polri sebagai Deputi
Kapolri Bidang Operasi), Irjen Sofjan Jacoeb (mantan Kapolda DKI Jakarta), Irjen
Firman Gani (mantan Kapolda DKI Jakarta).Yang membedakan Edwardsyah dengan para
seniornya itu adalah Edwarsyah tidak meniti pendidikan melalui Akademi
Kepolisian, tetapi di Sekolah Perwira. Ia menamatkan pendidikan sarjana di UGM
terlebih dulu sebelum akhirnya mantap masuk sekolah polisi.
Banyak prestasi yang pernah diraih Edwardsyah Pernong
sepanjang kariernya sebagai polisi. Saat menjadi Kasat Serse Polres Metro
Bekasi pada 1995 ia dan anak buahnya berhasil menangkap tersangka pembantaian
keluarga Acan hanya dalam waktu sebelas hari kasus ini dapat diungkap Edward.
Hal itu kemudian membuat Presiden Soeharto memberikan penghargaan Lencana Adhi
Satya Bhakti.  Itu adalah penghargaan
khas profesi kepolisian yang baru pertama kali dilakukan di Ke[polisian.
Keberhasilannya itu membuatnya dipromosikan sebagai Kasat
Serse Polres Metro Jakarta Pusat. Ini sebenarnya jabatan yang pernah dia
cita-citakan. Ya, ia memang pernah bercita-cita bisa menjadi Kasatsers Polres
Metro Jakarta Pusat.
Saat itulah Edward kembali cemerlang dengan kesuksesannya
mengungkap kasus Robot Gedek, pelaku sodomi dan pembunuh para korbannya.
Saat menjabat Kabag Reserse Polwiltabes Bandung pada
tahun 2000, Edward  kembali meraih
prestasi cemerlang dengan keberhasilannya mengungkap tersangka pelaku peledakan
bom.  Ketika itu mmang sedang heboh
percobaan peledakan 11 gereja pada malam tahun baru.
Ketika sudah menjabat Kasat Serse Metropolitan Jakarta
Utara, Edwarsyah Pernong pernah mengaku sebenarnya cita-cita saya sudah
berakhir di situ. Namun, pimpinan Polri punya pendapat lain.Ia tetap
diperhitungkan menduduki jabatan lebih tinggi, hingga akhirnya kini menjadi
Kapolda Lampung.
“Jabatan ini (Kasatserse Polres Metro Jakarta Utara) saya
sudah sangat senang. Jabatan lain saya anggap bonus,” kata Edwarsyah Pernong
beberapa tahun lalu, kepada media.
Kini, ketika Edwardsyah Pernong diangkat sebagai Kapolda
Lampung, harapan warga Lampung terhadapnya pun seakan membuncah. Hal itu bisa
dilihat dari banyaknya komentar positif tentang jabatan barunya di media
sosial. Umumnya netizen asal Lampung berharap Edwarsyah Pernong bisa mengatasi
masalah kriminal terutama begal dan rampok yang selama ini selalu  menghantui warga Lampung.
Pertanyannya: mampukah Edwarsyah Pernong memenuhi harapan
warga Lampung yang begitu besar? Jawabannya tentu tergantung pada Edwardsyah
Pernong: maukah dia membuat sejarah di Lampung, di bumi leluhurnya sendiri.

Biodata:
Nama: Brigjen Pol Drs. Edward Syah Pernong, SH, MH (lahir
di Jakarta, 27 Januari 1958
Istri: Nurul Adiati gelar Ratu Mas Inton Dalom Ratu Paksi
Buay Pernong
Pendidikan:
– S-1 Fakultas Hukum UGM (1983)
– Sepamilsuk atau PPSS (penerimaan perwira sumber polisi)
tahun 1983
– Dikjur Serse
– Selapa Dikreg XX tahun 1992
– Sespim tahun 2000
Riwayat Jabatan:
– Kasubnit I Reserse Umum Polda Metro Jaya (1992)
– Kasat Serse Polres Metro Bekasi (1992)
– Kasat Serse Polres Metro Jakarta Pusat (1995)
– Kabag Reserse Tipiter Polda Jawa Barat (2000)
– Kabag Reserse Polwiltabes Bandung (2000)
– Kapolres Bandung Tengah (2001)
– Kapolres Bandung (2002)
– Wakapoltabes Palembang
– Kapolres Metro Bekasi
– Kapolres Metro Jakarta Barat (2006)
– Penyidik Utama Dit. V/Tipiter Bareskrim Polri
-Kapolwiltabes Semarang (2009)
– Kadepkum Dit Akademik Akpol (2010)
– Wakapolda Sulteng (2013)
– Wakapolda Maluku tarat (2013)
– Widyaiswara Madya Sespim Polri (2013)

– Karorenmin Bareskrim Polri (2014)

Baca Juga: Selayang Pandang Kerajaaan Adat Paksi Sekala Brak
Tulisan Terkait: Putra Lampung Gantikan Heru Winarko Sebagai Kapolda