Ekspedisi Kapsul Waktu, Inilah Tujuh Harapan Putra-Putri Lampung

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM–Tim Ekspedidi Kapsul Nusantara diterima  Gubernur Lampung Ridho Ficardo di Balai Keratun Kantor Gubernur, Jumat (16/10). Penyambutan Tim Ekspedisi Kapsul Waktu dari itu berlangsung hangat.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan naskah/mimpi anak anak Lampung oleh Gubernur Lampung. Gubernur Lampung Ridho Ficardo pun memasukkan harapan putra-putri Lampung ke dalam “Kapsul Waktu” tersebut. Selanjutnya “Kapsul Waktu” dilepas menuju Provinsi Banten lewat jalan darat.

Ada tujuh poin harapan putra-putri Lampung yang dimasukkan ke dalam Kapsul Waktu itu.

Pertama, Lampung penghasil kopi terbaik sedunia yang mampu menjamin kesejahteraan masyarakat dan keselestarian sumber daya.

Kedua, Lampung punya bandara internasional yang canggih dan modern dengan kendaraan terbang berbahan bakar ramah lingkungan, jalan-jalan raya yang mulus, dan terowongan bawah tanah serta Jembatan Selat Sunda.

Ketiga, Lampung menjadi paru-paru Indonesia yang menyuplai oksigen terbanyak sedunia melalui hutan dan laut yang lestari.

Keempat, Lampung menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan sehingga kami tidak perlu sekolah ke negeri orang dan tercetus peribahasa “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Sai Bumi Ruwa Jurai”.

Kelima, Lampung yang menjunjung tinggi kehormatan, adat istiadat, bahasa dan aksara Kaganga sehingga semua bangsa berlomba-lomba belajar bahasa dan aksara Lampung.

Keenam, Indonesia bisa bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Itu dimulai dari Lampung.

Ketujuh, Suatu hari nanti, Sang Saka Merah Putih berkibar di atas bendera-bendera negara lain sebagai simbol Indonesia adalah negara terkuat di dunia.

Ekspedisi Kapsul Waktu adalah kegiatan kerja secara gotong-royong berskala nasional antara Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dikoordinasikan oleh Nick Nurrachman dan Jay Wijayanto. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa kementerian dan lembaga pemerintah

Kapsul Waktu yang berisi surat bertuliskan mimpi dan harapan anak-anak se-Indonesia, rencananya akan dijadikan sebuah monumen yang akan didirikan di Merauke, Papua. Rencananya, kapsul waktu tersebut akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang, yaitu pada tahun 2085.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 3 kendaraan roda empat akan berkeliling menuju 34 provinsi seluruh Indonesia, dimulai dari Sabang sampai Merauke. Salah satu kendaraan membawa sebuah tabung berbentuk kapsul berukuran lebih kurang 50 sentimeter. Kapsul tersebut nantinya akan diisi surat-surat yang bertuliskan mimpi dan harapan anak-anak Indonesia, yang ingin dicapai di masa depan.

Setiap provinsi akan merumuskan berbagai harapan menjadi satu lembar surat. Sesuai jadwal, kapsul waktu akan tiba di Merauke, Papua, pada 21 Desember 2015. Ekspedisi ini melibatkan 40 panitia utama, dan sejumlah perwakilan panitia di masing-masing daerah. Pemberangkatan secara resmi dilepas oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

  • Bagikan