Beranda Seni Eksplorasi Srawung Seni Sawah, Menelisik Jejak Agraris di Desa Triharjo

Eksplorasi Srawung Seni Sawah, Menelisik Jejak Agraris di Desa Triharjo

720
BERBAGI
Para seniman Lampung siap melakukan eksplorasi pada pergelaran "Srawung Seni Sawah" di Desa Triharjo, Merbau Mataram, Lampung Selatan.

TERASLAMPUNG.COM — Sekelompok seniman Lampung menggelar eksplorasi seni “Srawung Seni Sawah” di areal persawahan di Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis, 9 Januari 2020.

Pada perhelatan itu seniman teater Alexander GB akan menampilkan repertoar bertajuk: “Lonceng Sapi dan Pagi yang Tumbuh di Sawah”. Pemain teater yang bernah berguru kepada seniman tari Suprapto Suryodarmo ini akan membaca repertoar untuk menelisik jejak kenangan tentang sawah, momen-momen menarik tentang sawah, dan hal-hal penting tentang sawah dan pertanian.

Pergelaran kerjasama Rumah Tari Sangishu dengan sejumlah kelompok seni dan seniman ini  memag bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk kembali membangkitkan, menumbuhkembangkan dan melestarikan budaya dan tradisi agraris dan sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kesenian.

Perhelatan ini menurut panitia juga diniatkan sebagai sebentuk gerak yang merupakan proses memperbaiki atau meralat kekeliruan. Pasalnya, kekeliruan ini juga yang menimbulkan ketidakseimbangan, bahkan bisa menimbulkan bencana bagi manusia dan alam itu sendiri.

“ Ini merupakan sebuah pembacaan, dialog, interaksi, semacam sebuah doa,” ujar Alexander GB yang pernah ikut berproses dengan almarhum Mbah Prapto di Padepokan Lemah Putih, Solo.

Alexander mengatakan, seniman-seniman yang akan berpartisipasi dan berkolaborasi dalam pembacaan dan silaturahmi budaya ini antara lain; Diantori Dihans (Gar Dancestory) Arif Uda (STO Metro), Riska (UKMBS) Inon Junaidi, dan Edythio Rio Wirawan (Orkes Bada Isya)

. “Kami coba akan melakukan pembacaan lingkungan dengan gerak-gerak yang bersumber dari kesadaran akan pentingnya keseimbangan dengan alam. Seperti sebuah doa agar laku tubuh selaras dengan alam,” jelas GB, panggilan akrab Alexander GB yang juga bergiat di Teater Kober Bandarlampung

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaOTT Komisioner KPU RI, Ini Alasan KPK tak Izin Menyadap ke Dewan Pengawas
Artikel berikutnyaOTT, KPK akan Ekspos Hasil Pemeriksaan Komisioner KPU Siang Ini
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya