Beranda Ekbis Bisnis Ekspor Ikan Naik 6,9 % pada Masa Pandemi

Ekspor Ikan Naik 6,9 % pada Masa Pandemi

229
BERBAGI
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan panen udang di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur,  Minggu  (19/07/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Ekspor hasil perikanan Indonesia pada  semester pertama 2020 mencapai 2,4 miliar dolas AS atau naik 6,9 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku optimistis pada masa pandemi Covid-19 ekspor produksi perikanan akan meningkat terus.

“Total volume ekspor dalam kurun waktu enam bulan tersebut sebanyak 596 ribu ton, sedangkan periode serupa tahun lalu 528.000 ton (USD2,25 miliar). Komoditas paling diminati adalah udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting, dan rumput laut. Sedangkan pasar paling tinggi nilai penyerapan produk utama perikanan Indonesia adalah USA, Tiongkok, Jepang, ASEAN,dan Uni Eropa,” kata Edhy Prabowo saat mengisi webinar Standar Bahan Baku Unit Pengolahan Ikan di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Dengan naiknya nilai dan volume ekspor hasil perikanan tersebut, neraca hasil perikanan pun mengalami surplus 2,2 miliar dolar AS atau naik 8,3 persen. Pada saat yang sama,  nilai impor justru turun 5,9 persen atau setara USD0,2 miliar.

Menteri Edhy mengaku kunci sukses hasil perikanan diminati pasar dunia adalah mutunya yang terjaga sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar dan berdaya saing.

“Saya tekankan kembali, bahan baku bagi unit pengolahan ikan yang terstandar merupakan kunci utama untuk dapat menghasilkan produk perikanan aman, bermutu, dan berdaya saing,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan KKP untuk mendorong majunya industri perikanan Indonesia, termasuk di dalamnya upaya meningkatkan nilai dan volume ekspor adalah dengan memberikan kemudahan logistik. Kelancaran logistik sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri.

“Langkah penting lainnya, yakni membangun sistem bisnis perikanan yang terintegrasi. Membangun industri pengolahan yang mandiri dan berdaya saing untuk kemajuan ekonomi diperlukan pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu sampai hilir,” paparnya.

Menteri Edhy mengatakan tren positif ekspor hasil perikanan semester I tahun ini mendorong pihaknya semakin produktif dan berinovasi dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

“Kami yakin  dengan kebijakan dan aksi extra ordinary sesuai arahan Pak Presiden, akan mampu meningkatkan ekspor berbagai komoditas kelautan dan perikanan,” tandasnya.