Empat Pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Lampung Sepakati Pilkada Damai

Para pasangan calon gubernur dan calon gubernur Lampung bersama-sama melepaskan balon ke udara sebagai simbol bersepakat untuk mewujudkan pilkada damai, Selasa (13/2/2018).
Bagikan/Suka/Tweet:

Dandy Ibrahim| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG– Empat pasangan calon Gubernur Lampung dan calon Wakil Gubernur menandatangani kesepakatan bersama pilkada damai di Graha Wiyono Siregar Polda Lampung, Selasa, 13 Februari 2018. Deklarasi Pilkada Damai ditandai dengan penandatanganan deklarasi dan pelepasan balon ke udara,

Selain pasangan calon M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri, Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim, Herman HN – Sutono, dan Mustafa – Ahmad Jajuli, kegiatan yang digagas Polda Lampung bersama KPU Lampung itu juga dihadiri Ketua KPU Lanmpung Nanang Trenggono, Kapolda Lampung, Kajati Lampung, Ketua DPRD Lampung, Plt Sekda Lampung, dan para pendukung masing-masing pasangan calon.

Para pasangan calon terlihat akrab. Mereka kompak ketika harus bergotong royong melepas balon. Sebelum balon dilepas bersama-sama, semua pasangan calon kepala daerah tersebut memegang tali pengikat balon.

Sebelum melepaskan untaian balon warna-warni, para pasangan calon kepala daerah itu menandatangani deklarasi.

Saat menyampaikan sambutan Ketua KPU Nanang Trenggono mengingatkan pejabat mulai aparat desa hingga tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi dilarang mengambil tindakan yang menguntungkan salah satu calon.

“Hal itu jelas tercantum dalam UU No 10/ 2016
Pasal 71. Pilkada ini merupakan uji coba suksesnya pilpres dan pileg 2019,” kata Nanang.

Terkait masa kampanye yang akan berlangsung pada 15 Februari hingg 23 Juni 2018, Nanang mengingingatkan agar tidak ada pasangan calon atau pihak-pihak yang merasa wilayah tertentu menjadi wilayahnya.

“Tidak boleh ada yang mengatakan ini wilayah saya. Dalam kampanye pilkada tidak boleh ada klaim-klaim wilayah kekuasaan. KPU akan membagi rata secara adil tempat dan waktu kampanye masing-masing pasangan calon,” kata Nanang.

Dengan menaati UU dan semua aturan, Nanang menargetkan pilkada serentak kali berlangsung lancar,aman, dan yang terpilih merupakan pilihan rakyat.

“Selain itu, diharapkan tidak ada sengketa antarpaslon dan penyelenggara dan tidak ada laporakan pelanggaran  ke DKPP,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran Pilgub Lampung, Ketua Bawaslu Lampung Fathikatul Khoiriyah mengaku pihaknya sudah bersinergi dengan KPU.

“Kami sudah berkoordinasi dengan sangat baik. Saking baiknya, bahkanKetua KPU  sudah seperti bawaslu. Kami berharap para calon memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dan  melajukan kampanye yang beradab,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Suntana mengingatkan kesepakatan ini bukan formalitas, tetapi harus menjadi niat dalam hati untuk menciptakan pilkada damai.

Irjen Suntana mengaku optimistis Pilgub Lampung akan berlangsung aman dan damai jika kesepatakan damai itu dipraktikkan di lapangan.

‘Mudah-mudahan (kedamaian dan keamanan) terus terjaga sampai pemungutan suara. Kita berbeda pilhan jangan sampai mengorbankan persatuan dan kesatuan kita,” katanya.

Terlait hal itu, Kapolda mengingatkan penyelenggara pilkada sepeti anggota KPU, anggota Bawaslu, dan para petugas hingga tingkat TPS harus netral.

“Jika semua netral, penyelegaraan pilkada dijamin akan lancar. Netralitas menjadi poin utama. Nanti Polda Lampung akan menggelar pertemuan setiap seminggu sekali selama masa kampanye,” katanya.