Beranda News Nusantara Empat Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pasar

Empat Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pasar

985
BERBAGI
Walikota Bandung,Oded M Danial. Foto: Humas Pemkot Bandung
Walikota Bandung,Oded M Danial. Foto: Humas Pemkot Bandung

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap tiga titik pasar tradisioal di Kota Bandung menyusul adanya empat pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.

Pemkot Bandung juga memperketat pengawasan terhadap pasar-pasar agar penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan. Pemkot Bandung pun kemudian menutup sementara Pasar Haurpancuh, Pasar Leuwipanjang, dan Pasar Sadang Serang selama 14 hari.

Meski begitu, Walikota Bandung Oded M Danial meminta masyarakat tidak perlu takut untuk berbelanja ke pasar.

“Warga harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker. Karena selain menjaga diri juga sekaligus melindungi orang lain agar tidak terpapar,” kata dia, Rabu (10/6/2020).

Menurut Walikota Oded, dari 1.044 pedagang di 43 pasar di Kota Bandung, 45 orang reaktif terhadap rapid test. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan swab dan diketahui 4 orang dinyatakan positif.

Empat orang tersebut terdiri dari satu orang pedagang Pasar Cihaurgeulis, satu orang pedagang Pasar Sadang Serang, dan dua pedagang Pasar Leuwipanjang. Atas penemuan tersebut, PD Pasar Bermartabat langsung menutup di salah satu blok pasar tersebut.

Di lain sisi, Pemkot Bandung menilai mal dan pusat perbelanjaan di Kota Bandung telah siap kembali beroperasi. Dari sebanyak 24 mal dan pusat perbelanjaan, hanya satu yang belum memenuhi standar protokol kesehatan.

Sebagian mal dan pusat perbelanjaan telah menerapkan protokol kesehatan maksimum mulai dari pintu masuk, eskalator, lift, area penyewa (tenant), hingga ruang ibadah. Kini, setiap mal pun diwajibkan memiliki ruang isolasi. Tiap-tiap penyewa dan pengelola mal wajib mengikuti aturan ini jika ingin tempat usahanya beroperasi di masa pandemi.

“Jika penyewa tidak mematuhi protokol kesehatan, maka tenant tersebut akan ditutup. Dan jika yang melakukan kesalahan adalah manajemen mal, maka satu mal itu akan langsung kami tutup,” katanya.

Loading...