Beranda Teras Berita Empat Tentara di Jajaran Korem Garuda Hitam Lampung Dipecat

Empat Tentara di Jajaran Korem Garuda Hitam Lampung Dipecat

1175
BERBAGI
  Danrem Garuda Hitam Kolonel Inf Joko Putranto memakaikan baju batik bagi anggota TNI AD yang diberhentikan secara tidak hormat, Senin (28/12/2015).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Empat anggota TNI Angkatan Darat (AD) di jajaran Korem 043/Garuda Hitam Lampung dipecat  sebagai tentara karena terlibat kasus narkoba dan kasus hukum lainnya. Pemberhentian dengan tidak hormat tu dilakukan pada Upacara Mingguan yang digelar Korem Gatam, di Lapangan Makorem 043/Garuda Hitam Jl. Teuku Umar No.85 Bandarlampung, Senin pagi (28/12).

Keempat tentara itu adalah Serda Jamil (Babinsa Koramil 426 Mesuji), Kopda Hermanto (Babinsa Ramil Menggala), Praka Nazarudin (Taban 1 di Korem Garuda Hitam), dan Prada Wismoyo Wetan (anggota Yonif 143).

Pemberhentian empat anggota TNI AD itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah  No : Sprin/917/XII/2015 tertanggal 23 Desember 2015  An.1.Serda Abdul Jamil (Babinsa Ramil 426-01/Mesuji) 2. Kopda Hermanto ( Babinsa Ramil 426-02/Menggala), 3. Praka Nazarudin ( Taban 1 Cuk 1Ton SMB Kima Rem 043/Gatam), 4. Prada Wismoyo Wetan ( Ta Kipan C Yonif 143/Twej Korem 043/Gatam).

Prosesi pemberhentian secara tidak hormat dilaksanakan secara simbolis kepada Praka Nazarudin (Taban 1 Cuk 1Ton SMB Kima Rem 043/Gatam) dengan pencopotan pakaian di

nas harian yang diganti dengan pakaian batik. Prosesi itu dilakukan oleh  Komandan Korem 043/Gatam Kolonel Inf Joko P.Putranto M.Sc.

“Keempat orang anggota Militer ini diberhentikan secara tidak Hormat dikarenakan melakukan tindakan tindak pidana desersi,” kata Komandan Korem Garuda Hitam Kolonel Inf Joko Putranto, dalam konferensi pers, usai upacara, Senin (28/12/2015)

Danrem menegaskan pemecatan itu  penting sebagai  peringatan bagi anggota TNI AD lainnya di jajaran Koem Garuda Hitam. (BACA: Tentara Anggota Garuda Hitam Dipecat karena Narkoba dan Desersi).

“Mudah-mudahan tidak bertambah (yang diberhentikan secara tidak hormat,” kata Danrem.

Danrem mengatakan kesatuan (Korem Garuda Hitam) sebenarnya tidak suka melakukan upacara pemecatan karena ini merupakan hal yang tidak diinginkan oleh komandan mana pun.

“Ini sebenarnya  merupakan hal yang terberat, Kesatuan menginginkan mereka berprestasi, Kesatuan pun menginginkan mereka mengabdi di kesatuan dan berbuat yang terbaik untuk keluarganya dengan baik, tetapi apa boleh buat ini bukan kemauan kesatuan, dan kejadian ini akan selalu ada prajurit yang seperti ini,” kata Danrem.

Menurut Danrem, pihaknya sudah memberikan peringatan di berbagai kesempatan. “Tetapi selalu saja ada yang melakukan pelanggaran seperti narkoba, disersi, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kami akhirnya mengambil langkah tegas yakni pemecatan,” katanya.

 

Loading...