Enam Anggota FPI Tewas, Ini Penjelasan FPI

  • Bagikan
Polisi mendatangi rumah Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat untuk mengantarkan surat panggilan klarifikasi kasus kerumunan, Ahad, 29 November 2020. TEMPO/M Yusuf Manurung
Polisi mendatangi rumah Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat untuk mengantarkan surat panggilan klarifikasi kasus kerumunan, Ahad, 29 November 2020. TEMPO/M Yusuf Manurung

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis memaparkan kronologi bentrokan yang terjadi antara pendukung Rizieq Shihab dengan aparat kepolisian di Tol Cikampek, tepatnya dekat Pintu Tol Karawang Timur, Senin (7/12/2020).

Menurut Shabri, bentrokan berawal ketika Rizieq bersama keluarganya hendak menuju acara pengajian subuh yang digelar khusus keluarga inti di sebuah wilayah pada Senin dini hari.

“Bahwa semalam IB HRS [Imam Besar Habib Rizieq Shihab] dengan keluarga termasuk cucu yang masih balita, akan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi. Tiba-tiba, rombongan Rizieq itu diadang oleh orang tak dikenal di tengah perjalanan menuju lokasi. Ia menduga mereka merupakan bagian dari operasi penguntitan Rizieq. Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga,” kata Shabri.

Shabri mengungpkan orang-orang yang mengadang rombongan itu melakukan penembakan dan penculikan terhadap satu mobil yang berisi enam orang laskar. Sampai saat ini, kata dia, mereka yang diculik tersebut masih tak diketahui keberadaannya.

“Kami mohon doa, agar satu mobil yang tertembak berisi 6 orang laskar yang diculik agar diberi keselamatan,” kata dia.

Shabri menegaskan pihaknya tak akan membeberkan di mana lokasi Rizieq dan keluarganya saat ini. Hal itu bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan keluarga Rizieq.

“Karena semalam jelas ada upaya penembakan terhadap rombongan beliau dan sampai saat ini masih enam orang laskar yang hilang diculik,” kata Shabri.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan bentrokan tersebut menewaskan enam orang yang diduga pendukung Rizieq. Menurutnya, massa menyerang petugas yang sedang melakukan penyelidikan terkait rencana pemeriksaan Rizieq pada hari ini.

Dalam keterangannya, polisi menyatakan berdasarkan hasil identifikasi bentrok terjadi dengan laskar khusus. Polisi juga tidak menyebut Rizieq berada dalam rombongan.

“Ketika anggota mengikuti kendaran yang diduga adalah pengikut Rizieq, petugas dipepet kemudian diserang menggunakan senjata api,” kata Fadil.

Anggota yang terancam karena diserang, kata Fadil, kemudian menembak kelompok yang diduga pengikut MRS.

“Meninggal dunia sebanyak 6 orang. Sementara 4 orang lainnya melarikan diri,” kata Fadil.

Tempo.co

Loading...
  • Bagikan