Beranda News Pelayanan Publik Enam Hari Air Tidak Mengalir, Pelanggan PDAM Way Rilau Mengeluh

Enam Hari Air Tidak Mengalir, Pelanggan PDAM Way Rilau Mengeluh

128
BERBAGI
Penggantian pipa induk di depan kantor PDAM Way Rilau Bandarlampung.
Penggantian pipa induk di depan kantor PDAM Way Rilau Bandarlampung.

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Para pelanggan PDAM Way Rilau Bandarlampung mengeluh karena air tidak mengalir tiga sampai enam hari tanpa pemberitahuan dari perusahaan daerah itu.

“Sudah enam hari air pam di rumah mati, kalo saya buka kran meterannya jalan tapi airnya gak kluar, yang kluar angin aja,” kata Misran warga Puri Wayhalim ketika mengadu di kantor PDAM Way Rilau, Senin 2 Desember.

Untuk menutupi kebutuhan air karena air pam mati, Misran terpaksa mengambil air di masjid dekat rumahnya.

“Masjid dekat rumah ada keran yang dipasang di luar, dari situ saya dan teman-teman yang air pamnya mati mengambil air,” katanya.

Keluhan air PDAM Way Rilau yang mati tanpa ada pemberitahuan juga diungkapkan Silvy yang mengaku air pam di rumahnya sudah tiga hari mati total.

“Sudah tiga hari air di rumah mati pak, saya kecewanya PDAM Way Rilau tidak menginformasikan akan matinya air ini,” kata Silvy warga jalan Cut Nyak Dien.

Pelanggan PDAM Way Rilau menginginkan adanya informasi jika terjadi gangguan agar mereka dapat melakukan persiapan-persiapan untuk menutupi kebutuhan akan air bersih.

“Saran saya sih, PDAM ini harus menginformasikan kalau ada gangguan kayak sekarang ini. Jaman sudah canggih infirmasi itu bisa lewat media sosial atau pencatat meternya kan saya kenal, bisa lewat dia,” harap Misran.

Ditempat yang terpisah Kepala Bagian (Kabag) distribusi PDAM Way Rilau Sutriono menjelaskan, matinya air PDAM di beberapa kecamatan disebabkan adanya penggantian pipa induk.

“Kami melakukan penggantian pipa induk fiberglass 600 mili karena sering bocor, selanjutnya kami ganti baru. Kami ganti pipa tersebut sepanjang 48 meter yang merupakan bantuan dari Pemkot Bandarlampung,” jelasnya.

Sayangnya, penggantian pipa tersebut meleset dari target yang dijadwalkan.

Menurut Sutriono penggantian pipa itu ditargetkan hanya dua hari tapi karena kendala penggalian dan adanya kebocoran di sambungan pipa akhirnya pengerjaannya melebihi jadwal.

“Waktu penganggkatan pipa yang lama kami mengalami kendala ada material-material yang tidak bisa diangkat pake exavator sehingga waktunya jadi molor,” katanya.

“Setelah kami memasang pipa yang baru ternyata masih ada yang bocor di sambungan antar pipa. Mudah-mudah hari ini kita buka dan perpak-nya kita ganti, Insyaallah besok pagi air sudah mengalir. Sayangnya untuk daerah-daerah tinggi seperti Kecamatan Kedaton dan Kedamaian normalnya bisa dua atau tiga hari,” katanya.

 

Loading...