Enam Rumah di Kelurahan Perwata Rusak Diterjang Longsor

  • Bagikan
Longsor di Kelurahan Perwata, Bandarlampung, Selasa malam (13/1).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung Selasa (13/1) malam mengakibatkan longsor di Kelurahan Perwata, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) dan Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang alhasil bencana itu membuat enam rumah warga rusak meskipun tak ada korban jiwa.

Longsor menimpa lima rumah di Jalan Mastur Gang Bukit I Rt.03 Lk.II Kelurahan Perwata, Kecamatan TBT. Dan satu rumah di Jalan Moch Salim Rt.11 Lk.I Kampung Karang Agung, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang.

Menurut salah satu korban longsor Juhedi (35), warga Jalan Mastur  Gang Bukit I No.34 Rt.03 Lk.II, Kelurahan Perwata, Kecamatan TBT, longsor terjadi Selasa (13/1), pukul 22.00 wib. “Saya sedang santai di dalam rumah, karena kebetulan malam itu hujan deras. Tiba-tiba terdengar suara keras ‘bruk’, langsung keluar rumah dan ternyata pagar rumah longsor,” ujarnya,  Rabu (14/1).

Juhedi mengatakan pagar dua rumah diatas yang longsor menimpa tiga rumah dibawahnya. “Rumah saya dan rumah di depan ini ada pembatas atau pagar, ketika hujan deras, tanah mulai retak, ketika malam harinya terjadi longsor, menimpa 3 rumah dibawah,” kata dia.

Juhedi mengungkapkan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, kepolisian dan TNI telah meninjau lokasi.

“Tidak lama dari kejadian malam itu, pihak BPBD, polisi dan TNI datang melihat kondisi longsor. Kalau bapak walikota datang meninjau pagi harinya,” ungkapnya.

“Berdasarkan rapat tadi, kita tidak diberikan bantuan berupa santunan, melainkan dibantu untuk memperbaiki. Kita juga inginnya seperti itu, jika diperbaiki oleh pemerintah sampai selesai, mudah-mudahan tidak terjadi longsor lagi,” harapnya.

Selang satu jam dari longsor di Kecamatan TBT, longsong kembali terjadi di rumah Hermansyah (33), warga Jalan Moch Salim Rt.11 Lk.I Kampung Karang Agung, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang. Hermansyah mengatakan longsor terjadi pada Senin (13/1), pukul 23.00 wib. “Kejadiannya ketika kami sekeluarga menonton film india, tiba-tiba terdengar suara seperti tanah retak dan langsung bunyi keras, tembok rumah saya jebol,” kata dia saat ditemui di kediamannya, Rabu (14/1).

“Pihak kelurahan, kecamatan dan BPBD telah melihat kondisi rumah kami, namun belum ada bantuan yang datang,” paparnya.

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edi Heryanto mengatakan telah meninjau dua lokasi longsor tersebut. “Kita sudah menurunkan tim untuk meninjau dua lokasi longsor tersebut. Bahkan Pak Walikota juga telah meninjau lokasi longsor yang di Kecamatan TBT,” katanya.

Edi mengatakan Pemkot Bandarlampung akan membantu untuk memperbaiki rumah-rumah yang tertimpa longsor tersebut. “Kita akan bantu untuk perbaiki rumah-rumah yang terkena longsor tersebut. Namun sebelum dana perbaikan itu dicairkan, kita harus membuat rencana anggaran perbaikan (RAP) untuk diajukan ke bapak walikota, setelah mendapat persetujuan walikota, baru dana tersebut bisa dicairkan. Paling lama satu minggu, sudah bisa dicairkan, setelah itu langsung kita perbaiki,” jelasnya.

Sedangkan untuk longsor di Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Edi mengatakan Pemkot tidak dapat membantu, sebab rumah yang dibangun berada diatas tanah milik PJKA. “Karena itu diatas tanah PJKA, kita tidak bisa membantu untuk memperbaiki. Nanti kita akan bantu mengirimkan surat pemberitahuan ke PJKA, bahwa telah terjadi longsor dan menimpa rumah warga,” kata dia.

Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan akan membantu untuk memperbaiki rumah yang terkena musibah longsor.

“Kita akan bantu untuk memperbaiki semua kerusakan, nanti ada tim dari pemkot yang mengerjakannya. Saya juga menghimbau kepada seluruh warga Bandarlampung untuk berhati-hati di musim hujan ini agar terhindah dari musibah bencana alam,” katanya usai meninjau lokasi longsor di Kecamatan TBT, Rabu (14/1).

Rizky

  • Bagikan