Era Digital dan E-Government di Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Oleh : Rika Khusnul Hasanah
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Lampung

Perkembangan di era globalisasi memiliki tuntutan, tantangan,  sekaligus kebutuhan bahkan menjadi gaya hidup yang tidak bisa dipisahkan dari media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau information communication technology (ICT). Media TIK menjadi bagian penting dan strategis dalam proses dan hasil interaksi sosial, ekonomi, politik, serta budaya. Dengan TIK, seakan tidak ada lagi batas jarak, ruang dan waktu. Komunkasi  bisa kapan saja dan dimana saja serta bisa bisa dilakukan dengan telepon genggam (HP), komputer, dan laptop dengan berbagai aplikasinya. Semua informasi dapat mudah dimiliki dan diakses masyarakat untuk memenuhi fungsi kebutuhan dan memberikan informasi, edukasi, sosialisasi, hiburan, sampai mempengaruhi dan membentuk opini publik.

Fenomena era ICT tersebut merupakan era milinium baru atau secara umumnya era globalisasi dengan indikasi semakin tidak adanya batas negara baik secara emosional dan fisik serta secara positif bersatunya dunia. Sistem jaringan komunikasi melalui perkembangan TIK  di era digital merupakan tuntutan dan kebutuhan dalam menghadapi tantangan globalisasi, demokratisasi dan desentralisasi bagi pemerintah, masyarakat, mahasiswa/siswa, dosen/guru, dan lainnya.

E-Government didefinisikan sebagai uatu upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, kesehatan serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. E-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.

Media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pemerintah daerah diwujudkan dalam website pemerintah atau electronic government (e-government) bisa dijadikan media komunikasi digital dalam pembangunan di daerah sebagai wahana perwujudan demokratisasi, transparansi, partisipasi, evaluasi, kontrol dan interaksi publik, kemudian sebagai media digital untuk menyebarkan informasi, penyampaian informasi atau sosialisasi, transparansi serta akuntabilitas kepada publik tentang proses perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembangunan.

Perkembangan ICT dengan konsep global village sebagai dampak era globalisasi merupakan suatu bentuk era baru yang disebut era milenium dalam era digital, sehingga menciptakan sebutan bahwa era kekinian atau era sekarang di abad ke-21 ini disebut generasi milenial yang semua aspek kehidupannya menciptakan, menggunakan dan memanfaatkan media digital. Dimasa sekarang kebutuhan apa pun itu banyak menggunakan media sosial dibandingkan secara langsung/tatap muka terlebih saat masa pandemi Covid-19. Website pemerintah daerah dan dinas pemerintahan sudah menjalankan fungsinya untuk memberikan informasi dan sosialisasi peratuaran-peraturan, agenda kegiatan pembangunan, hasil kegiatan pembangunan dan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk komunikasi pembangunan yang transparan serta akuntabiltas kepada publik.Website pemerintah daerah dan dinas-dinas juga menyediakan forum aspirasi bagi publik untuk memberikan usulan, kritik dan saran sebagai bentuk partisipasi dan evaluasi dari publi kepada pemerintah daerah.

Permasalahan yang sedang dihadapi dunia termasuk Indonesia sejak awal Maret 2020 hingga sekarang adalah pandemi virus yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit karena virus ini disebut Covid-19. Virus ini juga menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumia akut, sampai kematian. Masa pandemi Covid-19 di Indonesia mengakibatkan ketakutan masyarakat untuk melakukan konsultasi kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan terlebih adanya himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing hingga kegiatan mobilitas apapun sangat dibatasi termasuk pelayanan publik.

Masyarakat mencari informasi lebih ke media elektronik atau media sosial karena di era digital sekarang sangat modern yang memudahkan semua orang untuk mengakses apapun mengenai informasi yang terjadi saat ini. Sekarang ini banyak  masyarakat menerima begitu saja teknologi informasi dan komunikasi modern yang bahkan tidak dapat diakses beberapa dekade lalu. Inovasi-inovasi teknologi informasi dan komunikasi ini, telah lama dianggap sebagai hal sepele, tidak penting, selama masa tenang kini menjadi sangat diperlukan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sekarang telah ada berbagai teknologi digital yang dapat digunakan untuk menambah dan meningkatkan strategi pekerjaan, informasi, pembelajaraan dan kesehatan masyarakat. Virus Corona (Covid-19) telah melanda sejumlah besar negara dan ternyata menjadi lebih buruk dari masalah ekonomi, strategis dan politik yang kritis terjadi di seluruh dunia. Wabah virus corona telah dan masih berdampak pada semua industri, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Pedoman pembatasan jarak sosial yang diajukan oleh masing-masing pemerintah dan Departemen Kesehatan kepada masyarakat telah menghasilkan penutupan sekolah dan bisnis dan membuat masyarakat bingung menghadapi tingkat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Belajar online dan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) adalah cara untuk mengatasi masalah tersebut bagi sebagian masyarakat.  Pelayanan kesehatan di masa Covid-19 juga lebih dialihkan ke layanan media sosial seperti halnya jika bepergian kemana saja untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti antigen Covid, PCR swab, dan sejenisnya, untuk masuk ke suatu pariwisata juga harus menscane kode bar di aplikasi Peduli Lindungi untuk mengecek sudah vaksin atau belum. Dalam aplikasi tersebut banyak menyediakan pelayanan dan informasi sekitar Covid-19 saat ini.

Target pemerintah saat ini dalam pelayanan vaksinansi untuk diberikan kepada masyarakat agar tercapai dan terpenuhi secara merata untuk semua kalangan masyarakat sedang dijalanan oleh pemerintah melalui tenaga kesehatan di perkotaan maupun perdesaan. Namun, tak jarang juga ada kelompok masyarakat yang belum bisa mengikuti perkembangan zaman. Contohnya saja perdesaan kecil yang konon masih sangat ketinggalan jauh di era sekarang. Jangankan ingin mengikuti berkembangannya, untuk mengakses listrik saja masih sangat minim didapatkan. Terlebih lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Masa pandemi Covid-19 adalah masa yang sulit bagi masyarakat sekarang untuk dalam ekonomi, karena banyak pekerja di PHK, perusahaan-perusahaan tutup, dan lain sebagainya. Namun, dengan mulainya kenormalan baru (new normal) pemerintah akan berusaha membangkitkan itu semua kembali ketatanan awal. Prosesnya cukup panjang dan perlu dukungan banyak pihak. Masyarakat harus  ikut andil dalam proses pembangunan Indonesia bangkit setelah pandemi Covid-19.***

 

  • Bagikan