Era Kecerdasan Buatan dan Tantangan

  • Bagikan
Ari Rusmasari/dok pribadi

Ari Rusmasari
Pranata Komputer Muda BPS Kota Bandarlampung

Hadirnya teknologi berperan besar bagi kemajuan suatu bangsa. Artificial Inteligence atau yang lebih dikenal sebagai kecerdasan buatan merupakan suatu bidang di ilmu komputer yang mengembangkan sistem komputer sehingga mampu berpikir dan berperilaku seperti layaknya manusia. Perilaku seperti melihat, berbicara, bergerak, dan mengambil keputusan secara otomatis dikembangkan di berbagai bidang seiring dengan revolusi industri 4.0.

Keberadaan kecerdasan buatan sebagai suatu objek digital memiliki kemampuan melakukan berbagai pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh tenaga maupun kecerdasan manusia. Beberapa contoh kecerdasan buatan dalam keseharian kita antara lain google assistant. Fasilitas ini merupakan salah satu produk dari kecerdasan buatan yang bisa jadi sering kita gunakan dalam penggunaan smartphone.

Kemampuannya mampu menerima perintah untuk membuka aplikasi, mesin pencari web, memutar musik atau video, atau bahkan melakukan panggilan secara otomatis. Selain itu, munculnya kamera berteknologi kecerdasan buatan juga sangat memanjakan pengguna gadget. Kualitas gambar yang mumpuni dengan hasil yang tajam serta mampu mengidentifikasi secara otomatis objek. Dalam rutinitas pun sebagian masyarakat tidak lepas dari transportasi online yang didalamnya juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Keuntungan strategis lain dari kecerdasan buatan ini adalah kemajuan teknologi robotika. Pemanfaatan tenaga kerja otomatis atau robot dapat mempercepat dalam pekerjaan serta penghematan biaya produksi khususnya pada sektor industri. Penggunaannya juga dapat meminimalisir human error.
Provinsi Lampung yang dihuni sekitar 9 juta jiwa penduduk (Sensus Penduduk 2020) merupakan wilayah strategis karena menjadi pintu gerbang dalam lintas Pulau Jawa dan Sumatra.

Adanya berbagai perguruan tinggi maupun swasta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi khususnya kecerdasan buatan melalui riset-riset yang dilakukan. Efek dengan adanya kecerdasan buatan ini, akan ada pekerjaan yang hilang karena otomasi. Namun, di sisi lain akan bermunculan pula berbagai pekerjaan baru di masa depan seperti game developer, programmer, spesialis digital konten, dan lain sebagainya.

Mengintip data pada dua tahun terakhir, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Lampung mengalami peningkatan yaitu 69,06 persen di tahun 2019 meningkat menjadi 70,16 persen di tahun 2020. Angka-angka ini menyiratkan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi, dimungkinkan terciptanya jenis lapangan kerja baru. Hal ini juga dikarenakan terjadinya pandemi sehingga memunculkan pekerjaan baru yang didukung kecerdasan buatan salah satunya adalah e-commerce.

Perkembangan teknologi yang begitu cepat namun pada dasarnya tidak sepenuhnya tergantung pada kecerdasan buatan ini. Berbagai pekerjaan juga masih membutuhkan manusia sebagai pelaku kegiatannya. Namun, kita dituntut mampu untuk bisa menyesuaikan dengan teknologi terkini. Sistem pendukung juga pasti tidak lepas dengan kehadiran teknologi.

Pekerjaan besar bagi pemerintah adalah bagaimana bisa mempersiapkan masyarakat dan tenaga kerja yang ada agar mampu bertahan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan datang. Selalu memperbaharui informasi perkembangan teknologi terkini, berani mencoba hal-hal yang baru, serta berinovasi merupakan tuntutan di era sekarang ini. Metode pembelajaran dalam bidang pendidikan juga memerlukan penyesuaian. Dukungan penggunaan teknologi terkini dalam proses pembelajaran juga akan berpengaruh dalam penciptaan tenaga kerja yang handal dan diharapkan ke depannya mampu menciptakan bidang bisnis yang baru dan kompetitif.***

.com/t/e/teraslampung.com.1193498.js" async>
  • Bagikan