Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara “Exit Tol” tak Di-ACC Pusat, Dinas PU Lampura akan Ajukan Proposal Pelebaran...

“Exit Tol” tak Di-ACC Pusat, Dinas PU Lampura akan Ajukan Proposal Pelebaran Jalinteng

149
BERBAGI
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara, Yulias Dwiantoro.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Dinas Pekerjaan Umum Lampung Utara bakal segera menyampaikan proposal pelebaran Jalan Lintas Tengah (Jalainteng) Sumatera tepatnya dari kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi hingga Desa Pagar, Blambangan Pagar ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Kemenpupera).

Pelebaran jalan dari Desa Pagar hingga kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi merupakan “kompensasi” tak diakomodirnya usulan pintu keluar jalan tol yang diinginkan Pemkab Lampung Utara dibangun di daerah perbatasan Lampung Tengah dan Lampung Utara tepatnya di Desa Pagar, Blambangan Pagar , beberapa waktu lalu.

‎”Dalam waktu dekat, kami akan menghadap Pak Bupati untuk meminta tanda tangan proposal pelebaran jalan Jalintengsum. Setelah ditandatangani Pak Bupati, proposal ini segera kami sampaikan kepada Kemenpupera,” papar Kepala Dinas PU, Syahbudin melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU, Yulias Dwiantoro, Rabu (3/8/2016).

Yulias menuturkan, pelebaran jalan dari Desa Pagar, Blambangan Pagar, hingga Kotabumi yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat ini merupakan hasil kerja Bupati Agung Ilmu Mangkunegara yang awalnya menginginkan exit tol (pintu ke luar jalan tol) trans Sumatera berada di daerah Lampung Utara. Usulan ini disampaikan langsung oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara dalam pertemuan tim pemerintah provinsi Lampung dengan pihak Kemenpupera dan direktur jalan bebas hambatan belum lama ini.

Namun, karena kondisinya tak memungkinkan usulan exit tol ini tak dapat dilaksanakan. Usulan ini diganti oleh Kemenpupera dengan proyek pelebaran jalan dari Kotabumi – Blambangan Pagar yang nantinya akan dibuat jalan dua jalur dan pelebaran jalan dari Kotabumi – daerah Bernah, Kotabumi tanpa dua jalur. Mengingat lebar jalan dari Tugu Payan Mas hingga Bernah kurang memadai untuk dijadikan jalan dua jalur.

‎”Nantinya, jalan dari Tugu Payan Mas, Kotabumi hingga ke Desa Blambangan akan menjadi jalan dua jalur. Tiap jalurnya memiliki tiga jalur yang dapat dilintasi oleh tiga kendaraan sekaligus. Tapi, kalau dari Tugu Payan Mas hingga ke Bernah, itu hanya pelebaran jalan saja tanpa ada pembangunan dua jalur,” urainya.

Menurut Yulias, “ditolaknya” usulan exit tol dan diganti menjadi pelebaran jalan di kedua titik tersebut malah sangat menguntungkan bagi perekonomian warga. Sebab, dengan dibangunnya jalan dua jalur ini maka perekonomian warga di sepanjang jalan perlahan – lahan akan mampu menggeliat sehingga taraf kesejahteraan juga akan meningkat dengan sendirinya.

“Kalau exit tol, perekonomian warga malah akan berjalan di tempat. Mengingat, jalan tol itu tertutup dan hampir tak ada tempat usaha di sepanjang jalan tol,” papar dia lagi.

Dalam kesempatan ini, Yulias meminta dukungan semua pihak khususnya warga yang tinggal di ‎sepanjang jalan dari Tugu Payan Mas hingga Desa Pagar agar rencana ini dapat segera terealisasi tanpa halangan yang berarti. Dukungan dari warga di sepanjang jalan sangat dibutuhkan karena pelebaran jalan ini sedikit banyak akan membutuhkan pembebasan lahan.

“Kami mohon dukungan semua pihak, khususnya warga di sepanjang jalan yang terkena pelebaran jalan nantinya. Karena pada prinsipnya, tujuan pembangunan ini untuk kesejahteraan masyarakat,” pintanya.