Beranda Seni Teater Fasiltasi Kegiatan Kesenian, Cara Teater Satu Lampung Membangun Lewat Teater

Fasiltasi Kegiatan Kesenian, Cara Teater Satu Lampung Membangun Lewat Teater

640
BERBAGI
Workshop Teater

TERASLAMPUNG.COM — Di dunia teater di Indonesia, nama Teater Satu sudah tidak asing lagi. Namanya menasional –bahkan mendunia — bukan saja karena tercatat sebagai salah satu kelompok teater terbaik di Indonesia saat ini, tetapi juga karena perannya yang besar dalam menumbuh-kembangkan perteateran di Lampung dan Indonesia.

Bisa dikatakan, Teater Satu Lampung saat ini menjadi salah satu laboratorium teater di Indonesia. Banyak anak muda dari beberapa daerah di Indonesia yang “mondok” atau belajar teater di Teater Satu. Ada pula beberapa peneliti yang melakukan penelitian di Teater Satu. Geliat pertearan di Lampung bisa dikatakan tidak lepas dari peran Teater Satu.

Sebab itu, wajarlah jika beberapa tahun terakhir Lampung dianggap sebagai salah satu kiblat teater Indonesia. Hal ini cukup beralasan karena setiap tahun banyak event teater yang dihelat di sini, baik pemenrtasan, pelatihan, atau riset teater.

Artinya, setiap tahun banyak kelompok yang memanggungkan karyanya, baik tingkat pelajar, mahasiswa maupun umum. Akan tetapi tidak semua pementasan tersebut berkualitas, banyak pelaku yang masih asal pentas atau asal berpartisipasi. Hal inilah yang mendorong Teater Satu untuk kembali meluncurkan program Workshop dan Pementasan Teater.

Kali ini dengan menggandeng Direktorat Jenderal Kebudayaan,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Fasiltasi Kegiatan Kesenian (FKK), terselenggaralah Workshop dan Pementasan Teater, baik yang basisnya kampus maupun independen. Workshop teater yang difaslitasi oleh Teater Satu dilaksnakan dari tanggal 5 – 14 Mei 2018, yaitu workshop penyutradaraan, workshop pemeranan, workshop artistik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas pelaku teater di Lampung dan sekaligus membangun penonton (lingkungan kreatif). Sebagai followup dari workshop lantas digelar pementasan pada tanggal 28-30 Juni 2018.

Teater Satu Lampung menyadari bahwa pembinaan dan pelestarian kesenian merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, baik itu pelaku/pengelola seni, maupun apresiator. Untuk itu antara pemerintah dengan masyarakat harus dapatbersinergi. Kebijakan dan program kesenian pemerintah harus dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku/pengelola seni di Lampung.

Imas Sobariah, selaku Manager Program Teater Satu Lampung mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan fasilitasi kegiatan ini antara lain untuk Mengembangkan kemampuan dan kapasitas pelaku/pengelola seni di Lampung baik perseorangan/kelompok, memberdayakan pelaku/pengelola seni, baik perseorangan/kelompok yangdiselenggarakan oleh masyarakat,

Selain itu: mMemperluas akses bagi pelaku/pengelola seni, meningkatkan kualitas pemajuan (pelindungan, pengembangan,pemanfaatan, dan pembinaan) kesenian yang memiliki nilai budaya,kearifan lokal, dan mencerminkan karakter bangsa, meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasimuda terhadap karya seni Indonesia.

Workshop Teater

Proses Teater merupakan sebuah proses organisasi (bentuk kerja kolektif; di mana segala macam orang dengan segala macam fungsinya tergabung dalam suatu koordinasi yang rapi. Keberhasilan suatu pertunjukan teater dapat juga sebagai keberhasilan bersama, penyutradaraan, aktor, penataan set, permainan, musik dan unsur-unsur lain. Dengan kata lain untuk menghasilkan pertunjukan yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan satu sosok saja, sutradara yang hebat, atau aktor yang hebat, atau penata artistik yang hebat, tetapi gabungan dari semuanya.

Workshop Pemeranan

Beranjak dari dasar pemikiran di atas, maka pada hari Sabtu, 5 Mei 2018, di rumah kreatif Teater Lampung dihelat workshop teater. Workshop ini membahas secara mendalam tentang pengembangan sebuah proyek seni pertunjukan teater. Kegiatan ini terbagi dalam tiga sesi, yaitu penyutradaraan, pemeranan, dan artistik. Durasi masing-masing workshop adalah 3 hari dan diikuti masing-masing 15 peserta perwakilan dari grup atau kelompok teater se-Lampung. Total peserta yang merasakan manfaat dari workshop ini adalah 45 orang.

Bertindak sebagai narasumber workshop adalah Iswadi Pratama (Director Artistisk Teater Satu Lampung) dan Ari Pahala Hutabarat (Director Artistik Komunitas Berkat Yakin Lampung) memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kerja-kerja penyutradaraan dan keaktoran, dan dibantu sejumlah aktor Teater Satu sebagai fasilitator. Sementara Ahmad Djusmar menyampaikan materi mengenai perancangan artistik teater.

Workshop Penyutradaraan

Waktu: Sabtu – Senin, 5 – 7 Mei 2018
Narasumber: Ari Pahala Hutabarat dan Iswadi Pratama

Selama tiga hari, peserta yang berjumlah 15 orang sutradara atau calon sutradara yang berasal dari perwakilan kelompok teater independen Teater Jabal dari Kabupaten Tanggamus, Teater Malam (Kodya Metro), Teater Gerilya (Lampung Selatan). Sementara dari kalangan mahasiswa adalah perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni Universitas Lampung, Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas-Kelompok Studi Seni Unila, Teater Hayat Universitas Muhammadyah Lampung, Teater Impas (IAIN Metro), Teater Mentari Universitas Muhammadyah Metro, Teater Nol UKMSBI UIN Lampung, kelompok Teater Malahayati, UKMBS UBL, Komunitas Biru STMIK Darmajaya, Green Teater UMITRA, Kosakata Unila, Teater Handayani, dll.

Selama tiga hari mereka diperkenalkan kerja-kerja penyutradaraan baik secara teoritik maupun praktik. Materi workshop dimulai dari definisi, peran dan fungsi sutradara dalam teater, style atau gaya pemanggungan teater di Indonesia dan dunia, struktur naskah dan pemanggungan, penokohan, irama, perancangan adegan, dan lain-lain.

Guna mendukung pemahaman peserta, panitia menyiapkan beberapa naskah pendek untuk praktik penyutradraan tersebut. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok, lantas dibagikan naskah, menganalisa, membuat perencanaan pemanggungan, presentasi, lalu diakhiri dengan evaluasi.

Workshop Keaktoran

Waktu: Selasa – Kamis, 8 – 10 Mei 2018
Iswadi Pratama
Fasilitator; Aktor Teater Satu
Jumlah peserta 15 orang

Selama tiga hari, sebanyak 15 peserta digembleng sejumlah metode latihan keaktoran. Iswadi Pratama selaku narasumber mengajak peserta memahami kerja-kerja keaktoran teater, baik fisikal, emosional, maupun intelektual.

Workshop Pemeranan adalah pelatihan bagi aktor pemula maupun aktor berpengalaman untuk mendapatkan rujukan latihan keaktoran terkini, terutama metode yang digunakan oleh aktor-aktor Teater Satu Lampung berdasarkan metode akting Stanislavsky, Grotowski, Meyerhold, dan lain sebagainya. metode-metode yang diajarkan kepada peserta adalah buah riset aktor Teater Satu dan sudah teruji dalam berbagai proyek pertunjukan baik di dalam maupun luar negeri.

Workshop Penyutradaraan bersama Iswadi Pratama dan Ari Pahala Hutabarat

Metode-metode keaktoran yang diajarkan oleh Teater Satu ini tidak hanya berguna bagi praktik para aktor dan calon aktor dalam medium teater atau film, namun juga bagi penampil seni pertunjukan pada umumnya (tari, musik, seni rupa-pertunjukan dll).

Materi-materi yang disampaikan kepada peserta diantaranya adalah latihan-latihan dasar, body, voice, imagination, acting as interaction, improvisasi, dll. Termasuk mengulas beberapa jenis latihan rutin dan kemungkinan pengembangannya bersama aktor-aktor Teater Satu. Melalui worksho ini peserta mendapat kesempatan untuk merancang-mengelola dan menampilkan proyek pertunjukan secara individual maupun kolektif.

Workshop Artistik

Hari/Tanggal: Jumat – Minggu, 11 – 14 Mei 2018
Narasumber: Ahmad Djusmar
Jumlah Peserta: 15 orang

Pada kesempatan ini secara terperinci Ahmad Djusmar menjelaskan mengenai tata artistik merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari teater. Pertunjukan teater menjadi tidak utuh tanpa adanya tata artistik yang mendukungnya.Tata panggung adalah pengaturan benda-benda atau set tertentu di panggung selama pementasan berlangsung. Tujuannya tidak sekedar supaya permainan bisa dilihat penonton tetapi juga menghidupkan pemeranan dan memberik kesan tertentu sesuai dengan lakon, style-genre, dan konsepn sutradara.

Ahmad Jusmar juga menjelaskan mengenai peran tata cahaya atau lampu di daerah sekitar panggung yang fungsinya untuk menghidupkan permainan dan dan suasana lakonyang dibawakan, sehingga menimbulkan impresi tertentu.

Alumnus ISI Jogjakarta ini juga mengulas tentang seniman teater atau penata artistik tidak mendapatkan ilmu tentang tata artistik yang memadai sampai ke unsur terkecil, sehingga semuanya seolah diserahkan pada sutradara. Seharusnya dibutuhkan kerja sama antara sutradara dan penata artistik untuk menciptakan satu kesatuan pertunjukan yang kompleks.

Ahmad Jusmar kemudian berbagi pengalaman selama menjadi penata artistik di teater satu, dari tata cahaya, panggung hingga make-up karakter. Selain kerja-kerja teknis, Ahmad Jusmar juga mengajak peserta workshop agar memiliki kepekaan artistik atau peka terhadap ruang. Pembacaan terhadap ruang tersebutlah yang terkadang terlupakan dalam proses penciptaan artistik. Setelah penata artistik membaca ruang kemudian memahaminya. Barulah kerja yang paling penting dalam tata artistik adalah mengeksekusi ruang.

Pertunjukan Teater

Pentas Antropodius (28 – 29 Juni 2018)

Sebagai tindak lanjut workshop, Teater Satu juga menampilkan pertunjukan pada akhir Juni 2018, tujuannya agar peserta workshop benar-benar mengetahui seluruh kerja teater, dari persiapan pentas hingga pemanggungan, termasuk mengenal kerja-kerja dibidang produksi atau manajemen seperti: bagaimana mengelola panggung, publikasi, mobilisir penonton, menjaring stakeholder, dokumentasi, dan kerja-kerja lain yang mendukung kesuksesan pementasan.

Selama tiga hari, Kamis – Sabtu, 28 – 30 Juni 2018, berlansunglah peristiwa teater di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung. Ada dua pementasan yang dapat dijadikan bahan studi dan sekaligus tonton bagi masyarakat Lampung. Teater Satu mempersembahkan dua pementasan. Kamis dan Jumat (28 & 29 Juni 2018) adalah pementasan Antropodipus produksi Teater Satu Lampung, dan tanggal 30 Juni 2018 pementasan Pilgrim 2 produksi Komunitas Berkat Yakin Lampung.
Selama tiga hari, gedung teater Taman Budaya Lampung yang berkapasitas 300 kursi selalu dipenuhi penonton. Sedianya pertunjukan ini hanya dilaksanakan selama dua hari, akan tetapi karena besarnya animo masyarakat sehingganyalah dilaksanakan selama tiga hari.

Fakta ini menunjukkan bahwa perkembangan pelaku dan penonton teater di Lampung, dewasa ini semakin membaik, banyak generasi muda di Lampung yang menyenangi teater dan memilih teater sebagai alternatif dalam pengembangan bakat dan potensi diri. Ini bisa dilihat dari semakin maraknya even-even festival dan pertunjukan teater di Lampung yang dilaksanakan berbagai institusi, baik NGO maupun Pemerintah. Selin itu, hampir di setiap SLTA dan Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung, memiliki sanggar teater.

Mengusung lakon bertajuk Antropodipus Teater Satu Lampung menyapa publik Lampung selama dua hari, 28 Juni 2018 s/d 29 Juni 2018. Antropodipus adalah sebuah pertunjukan teater yang memadukan berbagai bentuk dan unsur budaya dari beberapa bangsa di dunia yang diadaptasi dari naskah klasik asal Yunani “Oidipus di Colonus” karya Sophocles, Sutradara Iswadi Pratama.

Pementasan yang dipersiapkan sejak awal Januari 2018 itu, mengelaborasi bentuk-bentuk budaya yang beragam seperti pencak silat dari Indonesia, desain kostum bercorak Mediterania, koreografi dan musik dari khasanah budaya Jepang, India, Persia, Indonesia, dan ragam serta corak budaya lainnya. Ini merupakan pertunjukan yang menggunakan pendekatan Antropologi.

Keragaman budaya, etnis, dan suku-bangsa di dunia dijadikan titik tolak dalam mengeksplorasi bentuk-bentuk artistik. Dengan demikian penonton akan mendapatkan pertunjukan yang menawarkan aspek visual, audio, dan kinetik yang sangat dinamis dan beragam, tanpa meninggalkan kedalaman cerita dan karakter.

Antropodipus melibatkan seniman-seniman dari berbagai disiplin dan generasi di Lampung. Selain seniman teater, juga melibatkan seniman tari, musik, seni rupa, dan sastra, serta seniman tradisi dari tiga generasi. Ada yang lahir di tahun 50-an, 70-an, hingga mereka yang lahir di era 2000. Pertunjukan yang melibatkan lebih 50 personil ini mendapatkan apresiasi yang meriah dari penonton. Kerja kolaborasi Teater Satu ini benar-benar membuat banyak penonton takjub, seluruh aspek tergarap dengan apik, dari penyutradaraan, pemeranan, tata cahaya, kostum, make-up, musik, semuanya tergarap dengan optimal, termasuk hal-hal teknis pemanggungan lainnya.

Teater Satu mengajak kelompok teater di Lampung untuk menyadari bahwa banyak aspek yang selama ini belum dioptimalkan oleh pelaku teater. Kerja teater bukan hanya latihan dan pentas, tetapi juga bagaimana mengemas sebuah acara teater dengan elegan, sehingga penonton benar-benar disungguhkan sebuah pertunjukan yang berkualitas. Termasuk bagaiamana pelaku teater juga bisa melakukan kerja kolaboratif dengan bidang seni lain, seperti musik, seni rupa untuk tata panggung, kostum dan lain-lain.

Workshop Pemeranan

Selain Antropodipus, Teater Satu juga mempersembahkan satu pertunjukan produksi Komunitas Berkat Yakin (KOBER) berjudul Pilgrim II karya dan sutradara Ari Pahala Hutabarat. Pertunjukan ini mengisahkan tentang jiwa-jiwa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan eksistensial tentang konsep diri dan Tuhannya, termasuk kerinduan pada sisi primordialnya.

Pilgrim II adalah model pertunjukan nonrealis yang menghadirkan beberapa fragmen perjalanan yang tidak tahu kapan akan sampai. Membuat sekelompok orang dengan berbagai karakter lakon ini dihadapkan pada situasi kritis–ambang, baik secara fisikal maupun batin. Tarik ulur antara mencari dan menemukan, kehilangan dan mendapatkan, kembali dan melanjutkan perjalanan, antara putus asa dan kehendak bertahan. PILGRIM mengajak kita berefleksi, mempertanyakan makna dan kehendak untuk menemukan sumber hidup kita sebagai manusia.

Pementasan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 30 Juni 2018 pukul 15.30 WIB. Pilgrim I (Pertama) pernah dipentaskan Taman Budaya Lampung pada Festival Oktober 2016 dan ISBI Bandung (Januari 2018). Pilgrim 2 mengalami sejumlah perubahan dibanding sebelumnya, baik teks, jumlah pemain, maupun gaya pemanggungannya. Didukung 9 performer, akhirnya Pilgrim 2 bisa dinikmati publik teater Lampung.

Melalui dua pertunjukan ini peserta workshop mendapat gambaran yang lebih jelas tentang penyutradaraan, keaktoran, tata artistik. Termasuk bagaimana memanajemen pertunjukan, mobilisir penonton, tata cahaya, kostum, make-up, dan lain-lain.
Teater Satu mengajak masyarakat Lampung untuk lebih peduli dan dapat mengapresiasi teater, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai generasi muda Lampung. Mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi kehidupan teater pada masa mendatang.

***

Workshop dan Pementasan Teater yang diselenggarakan Teater Satu pada bulan Mei hingga Juni 2018, merupakan satu bentuk kontribusi Teater Satu yang sejak awal memang meniatkan diri sebagai pusat kajian teater di Lampung dan Indoensia. Jadi, selain memproduksi pementasan, Teater Satu juga selalu aktif menyelenggarakan program-program pelatihan baik untuk internal seperti peningkatan wawasan anggota berupa: workshop penyutradaraan, workshop pemeranan, workshop artistik, workshop manajemen panggung dan organisasi, maupun program-program pelatihan dan pementasan yang melibatkan kelompok teater yang ada di Lampung, Sumatera, maupun Indonesia.

Sejak tahun 2008 hingga ini, Teater Satu menyelenggarakan tiga projek utama: Panggung Perempuan Sumatera, Jaringan Teater Sumatera, Festival Seni Sumatera. Ketiga projek utama ini ditujukan untuk mendukung dan mengembangkan kelompok-kelompok teater di Sumatera dalam bidang artistik dan manajemen.

Proek tersebut berisi kegiatan workshop kepemimpinan, workshop bagi penulis Lakon dan sutradara, workshop bagi penata artistik, workshop untuk projek penelitian, seminar dan lokakarya masalah-masalah perempuan, jaringan kerja, pergelaran karya, penelitian dan penggalian sumber-sumber penciptaan berdasarkan khazanah kebudayaan lokal, dan penerbitan buku teater.***

BACA JUGA:
Teater Satu Kembali Gelar Festival Teater Pelajar Nasional
Persiapan ke Jepang, Sore Ini Teater Satu Pentaskan “Kursi-Kursi” di TBL
Iswadi Pratama, Sang Empu dari Lampung

Loading...