Festival Way Kambas, Lagu “Children With No Land” Hipnotis Menteri, Bupati Lamtim, dan Ribuan Masyarakat

  • Bagikan
Kim Commanders menyanyi bersama Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrowi, Menteri Tenaga Kerja, dan Bupati Lampung Timur dalam pembukaan Festival Way Kamnbas,

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Seorang musisi asli putra lampung yang menggaungkan perdamaian dunia, Lukman Hakim atau yang dikenal dengan panggilan Kim Commanders, hadir menghibur ribuan masyarakat dengan lagunya ‘Children With No Land’ di Festival Way Kambas (FWK) Pesona Indonesia ke-16 di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, pada Jumat (11/11/2016) sore.

Sebelum menyanyikan karya lagunya berjudul ‘Children With No Land’ hingga menjadi rating satu dunia reverbnation. Dengan lantang, Kim Commander menyuarakan perdamaian untuk dunia.

“From Lampung to The Peace of World” (Dari Lampung untuk Perdamaian Dunia) Piss untuk semuanya,”teriak Kim.

Dengan guitar akuistiknya, Kim Comanders bersama dua teman musisinya, Tria (keyboard) dan David (guitar) menyanyikan lagu ‘Children With No Land’. Ribuan masyarakat yang berada di TNWK Lampung Timur, tampak antusias dan menyambut hangat penampilan Kim Commanders.

Tidak hanya itu saja, bBupati Lampung Timur Chusnunia tampak antusias dan menyambut hangat Kim Commanders begitu juga dengan Menpora, Imam Nahrowi; Menaker, Muhammad Hanif Dhakiri; Bupati Lampung Timur, Chusnunia; Ketua Komisi III DPR RI, Azis Syamsudin; anggota Komisi X, Dwita Ria Gunadi, Irwasda Polda Lampung, Forkopimda Lampung dan para pejabat lainnya.

Hal tersebut merupakan, karena Kim adalah putra daerah asli lampung dan semasa kecilnya juga pernah tinggal di Lampung Timur. Berkat karya lagunya menyuarakan perdamaian dunia anak-anak korban perang, sehingga menjadi rating satu dunia dan mendapat apresiasi dari kalangan dari berbagai negara belahan dunia.

“Alhamdulilah ternyata luar biasa sambutannya, saya sangat senang sekali lagu Children With No Land ini diapresiasi oleh Bupati Lampung Timur dan bapak Menteri juga,”ucap pria berdarah lampung dan padang ini usai pentas diatas panggung acara Festival Way Kambas.

Menurut Kim, diakuinya bahwa yang menjadi fokus dalam karya lagunya adalah mengenai balada terhadap anak-anakyang menjadi korban perang dan tidak diterima negaranya.

“Kalau anak-anak ini tidak diajarkan indahnya berdamai, dan hidup selalu dengan kebersamaan. Maka mereka (anak-anak) yang awalnya jadi korban konflik, dikhawatirkan malah justru jadi pelakunya,”ujarnya.

  • Bagikan