Beranda Pendidikan FKGBL Laporkan Empat Masalah Pembelajaran Bahasa Lampung di Sekolah

FKGBL Laporkan Empat Masalah Pembelajaran Bahasa Lampung di Sekolah

564
BERBAGI
Asisren Bidang Kesra Pemprov Lampung Ellya Muchtar dan para pejabat Pemprov Lampung (tengah) saat menerima FKGBL yang dipimpin Ruslan Abdul Gani, Senin (21/9/2015).
Asisren Bidang Kesra Pemprov Lampung Ellya Muchtar dan para pejabat Pemprov Lampung (tengah) saat menerima FKGBL yang dipimpin Ruslan Abdul Gani, Senin (21/9/2015).

TERASLAMPUNG.COM—Forum Komunikasi Guru Bahasa Lampung (FKGBL) melaporkan beberapa problem pembelajaran bahasa Lampung. Antara lain, pertama,  belum diakuainya Bahasa Lampung menjadi bahasa daerah Provinsi Lampung.

“Kedua, tidak adanya lulusan S1 Bahasa Lampung; ketiha, sudah ditutupnya sertifikasi bagi guru Bahasa Lampung, keempat  banyaknya kendala dalam pelaksanaan Pergub 39/2014 terutama tentang tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Lampung,” kata Ketua FKGBL Ruslan Abdul Gani, saat betemu dengan pejabat Pemprov Lampung di  Ruang Kerja Asisten Bidang Kesra, senin (21/9).

Pada pertemuan tersebut, rombomgan FKGBL yang diketuai Ruslan Abdul Gani disambut Asisten Bidang Kesra Elya Muchtar, Kadis Pendidikan Hery Suliyanto, Kadis Kominfo Sumarju Saeni, Kepala Biro Bina Mental Ratna Dewi.

Menanggapi hal tersebut Asisten Bidang Kesra Provinsi Lampung, Elya Muchtar mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi oleh guru-guru Bahasa Lampung.

Menurut Ellya, Pemprov Lampung sudah mengeluarkan Pergub Nomor 39 Tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa dan Aksara Lampung sebagai Muatan Lokal Wajib pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Artinya sangat mendukung tentang keberlangsungan Bahasa Lampung,” kata Ellya.

Kadis Pendidikan Hery Suliyanto juga menambahkan bahwa pihaknya dalam anggaran 2015 telah menambahkan buku panduan Bahasa Lampung untuk mengajar dikelas Sekolah Dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Kelas Atas, namun masih berkendala di tingkat SMK karena padatnya jadwal pelatihan di tingkat tersebut.

“Masih ada kendala tingkat SMK karena padatnya jadwal praktik yang ada di sekolah tersebut, sudah melebihi batas maksimal 48 jam. Namun akan menjadi catatan ke depan bagi kami”, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, lebih lanjut Kepala Dinas Kominfo Sumarju Seni juga menjelaskan bahwa Pemerintah  Provinsi Lampung sangat mendukung keberlangsungan Bahasa Lampung sebagai salah satu buktinya dalam siaran Radio ASN milik Pemerintah Provinsi Lampung akan dikhususkan memutar lagu- lagu berbahasa Lampung, apalagi saat ini sudah ada 12 lagu daerah Lampung yang diakui secara Internasional.

“Radio ini nanti akan diputar ditempat-tempat umum seperti bandara, diruang tunggu kantor- kantor,” kata Sumarju.

 

Loading...