Beranda Views Jejak Foto Bareng, (Bukan) Zaman Selfie

Foto Bareng, (Bukan) Zaman Selfie

222
BERBAGI

Oleh Rusdi ‘Ucok’ Marpaung

Tiga sekawan: Ucok-Munir-Rachlan (Foto dok pribadi Rusdi Marpaung)

Menjelang  peringatan 10 tahun terbunuhnya Munir, 7 September 2004- 7 September 2014.
Hari-hari ini dikenal aman selfie. Tak peduli buruh pabrik, karyawan bank, bahkan presiden Obama aja ikutan selfie bareng teman-temannya sesama pemimpin negara.

Dalam pertarungan ‘copras capres’, orang-orang di kampung saya juga senang menampilkan foto bareng, selfie, dengan calon pemimpinnya. “Eh gw, udah selfi sama Ahok, liat TL gweh ya….” begitu kira-kira ekspresi kegembiraan bila berkesempatan berfoto bareng idola atau orang yang dihormati.

Pada 10 tahun lalu, lewat momen 1/125 detik (kecepatan rana kamera), terciptalah foto bareng ini: saya, Munir, dan Rachland Nashidik. Buat saya, ini adalah foto bareng terbaik dan paling emosional.

Sejak 2008 ketika saya memutuskan membuat akun medsos, saya tampilkan di TL dalam momen mengenang kepergian Munir tiap 7 September.

“Yuk, kita foto bareng bertiga. Gak pernah nih, kita foto bareng…”. Saya ingat mengintip di bilik kamera  Sony digital milik kantor, resolusi tertinggi di set 5 MP (waktu itu, 2004, resolusi 5 MP termasuk sudah keren). Kawan Kang Sutanandika membantu memotretnya.

Cekreeek… Jadilah foto ini, yang diambil di depan kantor kami Imparsial The Indonesian Human Rights Monitor, beberapa hari sebelum keberangkatan Munir ke Belanda. Foto bareng paling keren dan tak terlupakan. Lihat saja, tangan kita bertiga saling gamit. di pundak sebelahnya. Dengan demikian, rasanya kita bertinga ingin berseru, “We, together, against the world!”

Hehehe…. lebay yah???

Cak Munir, terimakasih sudah foto bareng. Terimakasih juga sudah memberi pengalaman bekerjasama dalam mendirikan sebuah lembaga dan bekerja di dalamnya selama 2002-7 September 2004. Mohon izin aku share di TL ya. Tak usah di-tag ya, kamu sudah di-tag di dalam hati kami.

Cak, kami  tidak akan lupa!

Loading...