Beranda Pendidikan Kampus France Corner Dibuka di IBI Darmajaya

France Corner Dibuka di IBI Darmajaya

839
BERBAGI

Mas Alina/Teraslampung

BANDARLAMPUNG–Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya kembali menjalin kerjasama dengan mitra untuk menyongsong globalisasi pendidikan 2015. Kali ini IBI Darmajaya menggandeng Kedutaan Besar Prancis dengan membuka “France Corner” atau Warung Prancis. Peresmian France Corner dilakukan oleh Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi di Gedung Pascasarjana IBI Darmajaya, Kamis (16/1).

Hadir dalam peresmian itu antara lain penanggung jawab kerjasama universitas dan sains Kedutaan Perancis, Marion Noirot, dan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Alfian Husin, Hi. Alfian Husin, SH.

Dalam sambutannya Andi Desfiandi mengatakan kehadiran France Corner dapat menambah informasi kebudayaan dan segala tentang Perancis. Peresmian warung perancis merupakan bentuk implementasi upaya IBI Darmajaya dalam memberikan pelayanan prima kepada civitas akademika dan publik.

“France Corner berfungsi sebagai pusat informasi mengenai budaya dan masyarakat Prancis. France Corner akan menjadi sumber informasi belajar budaya Prancis. Ini sebagai salah satu langkah nyata IBI Darmajaya dalam meningkatkan pergaulan di tingkat internasional. Sebagai pusat informasi, diharapkan  akan membangun sikap kooperatif dan saling memahami bagi kedua negara,” kata Andi.

Beberapa informasi yang bisa diakses di Warung Prancis antara lain berkaitan dengan bahasa, budaya, pengetahuan, kuliah, dan beasiswa di Prancis. Pengunjung juga dapat mengakses DVD, kaset, buku-buku, film-film, kuliner, politik, fotografi, juga beragam informasi lainnya tentang Prancis.

Andi mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang bervisi go international  IBI Darmajaya berusaha menjalin kerjasama dengan pihak lain di bidang pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.

“Kami juga akan akan menyelenggarakan kursus bahasa Prancis yang mendatangkan native speaker asal Prancis hingga summer school,” paparnya.

Sementara itu penanggung jawab Kerjasama Universitas dan Sains Kedutaan Perancis, Morion Noirot, pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada IBI Darmajaya yang telah bersedia menjalin kerjasama pendidikan dengan Prancis. Menurutnya ini menjadi salah satu bukti kemajuan bagi Indonesia dan Prancis dalam pertukaran budaya.
“Ini merupakan salah satu langkah dan upaya untuk pertukaran budaya Prancis dan Indonesa,” kata dia.

Selain dari Prancis, IBI Darmajaya juga mendapat kunjungan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yakni Deputy Director CESMED Academic, Assoc. Prof. Dr. Rosilah Hasan dan Deputy Director CESMED, Assoc. Prof. Dr. Aini Aman. Momen ini dimanfaatkan UKM untuk mengenalkan Centre for Entrepreneurship and SMEs Development (CESMED).

Lebih Jauh Aini Aman menjelaskan, CESMED merupakan pusat pembangunan yang menggabungkan pendidikan, kewirausahawanan dan pembangunan enterpris kecil dan sederhana (EKS).

UKM CESMED, kata dia, menyediakan pembelajaran berasaskan pengalaman dan perundingan serta latihan pendekatan yang merangkum inkubasi pendidikan, latihan, penelitian, perundingan dan perniagaan untuk menggalakkan pembangunan bisnis dan pertumbuhan ekonomi yang mapan.

“Pusat kami lebih menekankan pengembangan kewirausahawanan dan pembangunan bisnis sosial, tidak hanya menyiapkan SDM yang siap kerja namun juga dapat menciptakan enterpeneur muda yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Dan dengan kerjasama dengan IBI Darmajaya, saya percaya tiga tahun kedepan kita bisa mencetak entrepreneur- entrepreneur yang handal dan berkualitas” kata Aini Aman.

Acara peresmian Warung Perancis dilanjutkan dengan kuliah umum belajar Prancis, pemutaran film Prancis, dan rapat kerjasama Inkubis UKM CESMED dengan Pusat Bisnis IBI Darmajaya, yang membahas tentang rencana pengembangan bisnis/usaha kampus.

Loading...