Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Franstorry Klaim Semua Pegawai Dinas PUPR Lampura Tolak Syahbudin

Franstorry Klaim Semua Pegawai Dinas PUPR Lampura Tolak Syahbudin

349
BERBAGI
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara. Franstorry
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara. Franstorry

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara (PUPR Lampura), Franstorry mengklaim bahwa ‎seluruh bawahannya memang telah menolak Syahbudin untuk kembali memimpin Dinas PUPR.

Penolakan mereka ini dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani oleh 629 pegawai/honorer Dinas PUPR yang disampaikan kepada Pelaksana Tugas Bupati, Sri Widodo‎ jauh sebelum Syahbudin dicopot dari jabatannya. Alasannya tak lain karena yang bersangkutan jarang ngantor alias hanya sekitar 30 hari dalam kurun waktu 3,6 tahun terakhir.

“Aalasannya karena tingkat kehadiran beliau (Syahbudin,red) selama beliau memimpin Dinas PUPR dalam kurun waktu 3,6 thun hanya kurang lebih 1 bulan saja masuk kantor,” jelasnya, di kantornya, Selasa (17/4/2018).

‎Bahkan, menurutnya, sebelum adanya surat pernyataan yang meminta Syahbudin mundur itu, para pegawainya hendak melakukan aksi unjuk rasa. Berkat kesigapan para petinggi Dinas PUPR, rencana aksi berhasil diredam. Mereka akhirnya memutuskan menemui Sri Widodo untuk mengadukan aspirasi mereka secara langsung.

“‎(Aspirasi) itu diterima oleh pak Plt Bupati Sri Widodo yang mana ketika ada rolling, beliau (Syahbudin,red) digantikan,” tegasnya.

Di sisi lain, (mantan) Kepala Dinas PUPR, Syahbudin menganggap, ‎penolakan terhadapnya untuk kembali memimpin Dinas PUPR yang dihembuskan oleh salah satu bawahannya merupakan hal yang biasa. Sebab, dalam dinamika kehidupan selalu saja ada faktor suka atau tidak suka.

“Saya‎ anggap itu merupakan bagian dari dinamika kehidupan. Dalam dinamika kehidupan selalu ada suka atau tidak suka,” terangnya dalam rilis yang diterima oleh Teraslampung.com

‎Syahbudin kembali menandaskan, ia bukanlah tipe orang yang haus jabatan karena jabatan itu adalah amanah yang setiap saat bisa saja diambil darinya. Lantaran merasa itu amanah, ia sama sekali tidak berniat mempertahankan jabatannya sepanjang pencopotannya sesuai dengan kaidah – kaidah hukum yang berlaku.

‎”Pengangkatan dan pemberhentian jabatan
ada mekanisme dan aturannya. Terlepas suka dan tidak sukanya sebagian orang, itu adalah penilaian dan keputusan pimpinan yang tentunya tetap mengacu pada pelbagai peraturan yang ada,” papar dia.