Hukum  

Frustrasi, Angga Gantung Diri

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Korban Angga saat dibawa polisi menuju RS Abdul Moeloek.

BANDARLAMPUNG – Diduga frustrasi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan, Angga Saputra (22), warga RT 013 LK 2 Kelurahan Sawah Brebes, Tanjungkarang Timur, nekat menggantung diri. Angga ditemukan tewas dalam posisi tergantung dengan lilitan kain hitam di leher, di kamar rumahnya, Jumat (27/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Erna (28), kakak korban,  menuturkan sebelum adiknya tewas  sempat terjadi keributan kecil dengan ibunya, Mardiana (50). Keributan terjadi saat subuh. Menurut Erna, korban sering pulang dini hari.

“Setelah ribut, dia masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. Sekitar pukul 09.30 WIB saat saya mau bangunkan dia (korban), pintu saya gedor-gedor, tetapi tidak ada jawaban. Saya curiga dan mencoba buka pintu kamarnya, tapi tidak bisa dibuka. Saat saya lihat dari celah fentilasi pintu kamar, saya lihat adik saya posisinya sudah tergantung. Lalu saya meminta warga sekitar untuk mendobrak pintu kamar, tapi warga tidak berani mendobrak pintu,” tutur Erna kepada wartawan, Jumat (27/6).

Dilokasi kejadian, tim Inafis Polresta Bandarlampung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui secara pasti kematian korban.

Wakapolsek Tanjungkarang Timur AKP Pandiangan mengatakan, saat ditemukan korban gantung diri menggunakan kain panjang warna hitam di kamarnya. Korban pertamakali ditemukan dengan kakak perempuannya bernama Desi sekitar pukul 09.30 WIB.

Menurut Wakapolsek, pihaknya mendapatkan laporan dari ketua RT setempat adanya korban gantung diri, dari laporan itu petugas langsung menuju lokasi kejadian dan dilakukan olah TKP.

“Kami belum dapat memastikan penyebab dari kematian korban. Namun keterangan dari keluarga, korban sempat ada cekcok mulut, lalu korban mengurung diri didalam kamar,” tutur Pandiangan kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (27/6).

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), kata Pandiangan, korban diduga murni tewas dengan cara gantung diri. Diduga korban ini tewas sudah dari semalam, tubuh korban sudah mengalami lebam-lebam dan diperkirakan korban tewas sudah lebih dari delapan jam.

“Ya kalau ciri-cirinya, lalu air mani korban keluar, kotorannya juga keluar, dan lidahnya menjulur,” kata Pandiangan.

Menurut Pandiangan, polisi tidak memukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.  Namun, untuk memastikannyanya, jasad korban dibawa ke RS Abdul Muluk untuk dilakukan outopsi.

Dari telepon genggam korban, kata Pandiangan, ada pesan singkat yang ditulis korban sebelum mengahiri hidupnya. Isi pesan adalah keluhan korban: Doa hamba tidak bisa dikabulkan, berikan hamba hidayah mu, agar hamba selalu berada dijalanmu dan maafkan hambamu selama ini jauh darimu.

“Kalau dilihat dari isi pesannya, korban mengeluhkan hidupnya. Korban frustrasi,” kata Pandiangan.