Gadis di Bawah Umur di Lamsel Dijual dan Diperkosa Hingga Hamil, Ini Kata Ayah Korban

St (55), warga Lampung Selatan, mengaku awalnya tidak tahu bahwa anak gadisnya hamil karena diperkosa.
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — St (55), warga Lampung Selatan, awalnya tidak tahu bahwa anak perempuannya (Mawar) yang masih di bawah umur hamil karena menjadi korban pemerkosaan. Ia baru tahu  setelah anaknya dibawa untuk diperiksa ke Puskesmas Bakauheni karena sakit perut dan mengalami pendarahan hingga keguguran.

BACA: Anak di Bawah Umur di Lamsel Dijual Lalu Diperkosa Hingga Hamil dan Alami Keguguran

“Saya tahu bahwa anak saya Mawar ini hamil dan jadi korban pemerkosaan pada Selasa siang kemarin (4/1/2022), saat diperiksa di salah satu puskesmas di Lampung Selatan,”kata dia kepada teraslampung.com, Kamis (6/1/2022).

Ia mengaku pihaknya sudah melaporkannya ke Mapolsek Penengahan Selasa sore (4/1/2022). Setelah dilaporkan, Rabu pagi (5/1/2022) sekitar pukul 10.00 WiB petugas dari Polsek Penengahan sudah datang dan menanyakan langsung putrinya mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya.

“Sudah laporan, kakak  korban dan petugas dari Puskesmas yang melaporkan ke Polsek Penengahan. Pagi kemarin, empat orang anggota Polsek Penengahan sudah datang ke sini (Puskesmas),”ujarnya.

Ia meminta agar masalah tersebut diproses hukum dan para pelakunya segera ditangkap.

“Saya meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,”ungkapnya.

Menurut bapak lima orang anak yang kesehariannya bekerja buruh bangunan ini, anaknya korban Mawar, pulang dari Palembang itu sekitar bulan November 2021 lalu.

“Tadinya saya tahunya anak saya  kerja di rumah makan di daerah Pematang Pasir. Saya tidak tahu bahwa anak saya ternyata kerja jadi tukang masak di Palembang,”tandasnya.

Salah seorang perawat Puskesmas tempat Mawar dirawat dan ikut menangani sakitnya Mawar mengatakan bahwa  Mawar datang ke Pusekes Selasa siang kemarin sekitar pukul 14.30 WIB, dengan keluhan sakit perut.

“Kami mengira, sakit perutnya korban karena sedang datang haid (menstruasi) seperti umumnya wanita lain. Anehnya kok sakitnya semakin hebat. Kalau wanita lagi datang haid, tidak separah itu sakit perutnya,”ujarnya.

Karena curiga dengan sakitnya korban, diperiksalah celana dalam korban. Menurut petugas tersebut, karena warna celana dalam korban hitam maka darah tidak begitu terlihar.

“Tidak lama kemudian, korban mengeluarkan darah banyak atau pendarahan hebat. Kami curiga dan tanya menanyakan korban tentang apa yang dialamani selama ini. Akhirnya ia mau bercerita bahwa dia beberapa bulan lalu  menjadi korban pemerkosaan. Menurutnya, pemerkosaan terjadi sekitar enam bulan lalu pada tahun 2021,” kata petugas Puskesmas tersebut.