Beranda Views Kopi Pagi Galau karena Pilihan

Galau karena Pilihan

319
BERBAGI

Eko J Saputra

SAAT perjalanan ke kantor, saya diskusi dengan seorang rekan. Rekan ini mengaku sedang galau. Bukan karena tidak punya pilihan hidup, justru hidupnya banyak pilihan.

Ya, rekan ini bingung jenis usaha yang bakal digeluti. Ia sudah mencoba berbagai jenis usaha mulai dari MLM, kuliner, usaha rumahan, hingga marketing.

Saat menjalankan usahanya ia mengaku penuh semangat dan optimisme. Hasilnya, teman ini tetap sukses menutup dan meninggalkan usahanya. Semangat ini didorong karena sudah banyak rekan dan kerabatnya sukses di usaha tersebut.

Rekan ini meminta saya melakukan hipnoterapi untuk mengatasi mental block yang menghambat usahanya selama ini. Namun, mendengar uraian rekan ini, saya tidak melakukan hipnoterapi melainkan hanya memunculkan kesaadaran dan memberikan edukasi sederhana.

Kepada rekan ini saya menegaskan sangat manusiawi kalau kita menginginkan banyak hal. Pekerjaan yang layak, rumah megah, mobil mewah, uang banyak, keluarga harmonis, kesehatan sempurna, jalan-jalan ke luar kota/luar negeri, dll.

Namun, yang perlu disadari butuh skala prioritas untuk bisa mewujudkan setiap impian. Saat kita menentukan skala prioritas energi kita akan fokus ke satu hal.

Untuk mengetahui skala prioritas kebutuhan kita, bertanyalah kepada diri sendiri bukan bertanya atau melihat skala prioritas teman atau orang lain.

Pertanyaan yang kita ajukan adalah sebenarnya yang kita ingin dapatkan sekarang? kalau misalnya jawabannya adalah uang. Maka langkah selanjutnya adalah berapa jumlahnya dan kapan waktunya? setelah itu kita menentukan caranya. Kalau memang mau bekerja, maka pekerjaan apa yang bisa mencapai hasil tersebut.

Kalau ingin bisnis/usaha, maka tentukan usahanya yang sangat memungkinkan kita mengejerkannya bisa sangat fokus, semangat, yakin, dan optimis. Kalau orang menyebut adalah passion.

Nah, selama ini ia menentukan pekerjaan karena melihat suksesnya orang lain, bukan keinginan dari hati kecilnya. Selain itu rekan ini tidak bisa fokus mengingat banyak usaha yang kerjakaan sekaligus.

“Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya (dan dipertanggunjgjawabkan ) tentang apa yang dilakukannya.” (Al-Israa’ 17:36)

Lebih baik kita mengerjakan hal kecil dengan fokus yang besar, daripada mengerjakan hal besar dengan fokus yang kecil. Kita tahu kerja kaca pembesar. Kalau kita memberikan fokus sinar matahari ke sebuah benda–misalnya batang korek atau kertas–maka batang korek atau kertas akan cepat terbakar. Namun, saat kaca pembesar tidak difokuskan maka sulit terjadi proses pembakaran. Hal ini juga berlaku di berbagai hal kehidupan lainnya. Demikian kenyataanya.

Semangat Menikmati Libur Akhir Pekan.

Loading...