Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Galian Pipa PDAM Way Rilau Dikeluhkan Warga Sepang Jaya Bandarlampung

Galian Pipa PDAM Way Rilau Dikeluhkan Warga Sepang Jaya Bandarlampung

710
BERBAGI
Bekas lubang galian PDAM Way Rilau di Jalan M. Nur II Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandarlampung. Foto: Darwin Ruslinur
Bekas lubang galian PDAM Way Rilau di Jalan M. Nur II Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandarlampung. Foto: Darwin Ruslinur

TERASLAMPUNG.COM — Warga Jalan M. Nur II Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu mengeluhkan penggalian pipa air milik PDAM Way Rilau yang mengganggu aktivitas warga.

“Sistem pengerjaan galian pipa PDAM ini, tampaknya berbeda dengan sistem galian pipa gas yang menggunakan banyak karung sebagai upaya mengantisipasi musim penghujan dan mencegah agar tanah galian tidak bertabur mengotori bada jalan terutama pada setiap pintu masuk rumah warga,” ungkap Darwin Ruslinur dalam status FB-nya, Selasa 16 Juni 2020.

Menurut mantan anggota DPRD Provinsi Lampung itu, bekas galian pipa air milik PDAM Way Rilau itu mengganggu saat warga ingin masuk dan mengeluarkan kendaraan mereka.

“Galian pada setiap pintu masuk ke masing-masing rumah warga dibiarkan begitu saja, sehingga warga mengalami kesulitan ketika akan mengeluarkan dan memasukkan kendaraannya. Semestinya, pada lokasi-lokasi urgen seperti pintu keluar dan masuk rumah warga lebih diprioritaskan untuk dibenahi meski bersifat sementara,” tulis Darwin Ruslinur.

Di tempat terpisah Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Pelayanan PDAM Way Rilau, Agung Purnama saat dikonfirmasi menjelaskan segera memerintahkan pihak kontraktor untuk membereskan pekerjaannya supaya aktifitas warga tidak terganggu.

“Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan warga yang terganggu dampak penggalian pipa SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang sedang dikerjakan oleh kontraktor,” katanya.

“Selanjutnya kami segera memerintahkan pihak kontraktor untuk membereskan pekerjaannya supaya aktifitas warga tidak terganggu lagi,” jelas Agung, Rabu 17 Juni 2020.

Dandy Ibrahim

Loading...