Beranda Seni Musik Gamolan Pekhing Jadi Mata Kuliah di Perguruan Tinggi Seni di Indonesia

Gamolan Pekhing Jadi Mata Kuliah di Perguruan Tinggi Seni di Indonesia

519
BERBAGI
Ahli musik tradisi Lampung, Wayan Mochoh, mengajarkan musik cetik kepada mahasiswa seni. (Ilustrasi)
I Wayan Sumerta Dana Arta saat  memberikan materi workshop kepada para dosen dan mahasiswa ISI Surakarta. (Ist) 
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Musik tradisional Lampung
 gamolan atau cetik, dipastikan bakal masuk
dalam kurikulum dan menjadi salah satu mata kuliah Musik Daerah Nusantara di
perguruan tinggi seni di Indonesia,
tepatnya di Institut
Seni Indonesia (ISI) Yogya dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sedangkan
di ISI Denpasar mata kuliah  Musik
tradisional Lampung baru dijadikan mata kuliah ekstra.
Hal ini diungkapkan  I  Wayan Sumerta Dana Arta  alias Wayan Mochoh di Bandar Lampung, belum
lama ini.  
Tekad  Moccoh untuk menjadikan musik tradisional Lampung  jadi mata kuliah di perguruan tinggi seni di Indonesia jadi
kenyataan.
Moccoh yang menemukan
laras gamolan pekhing dan cetik pada tahun 2003 ini yang menamakan pelog 6 nada, yakni: 1, 2, 3, 5, 6, 7,
(1) oktav, terus berusaha menyosialisasikan musik ini, baik di daerah maupun di
luar Lampung. “Sasaran strategis kalangan akademis dari anak sekolah
sampai perguruan tinggi juga guru dan dosen,” ujar Moccoh.

Moccoh bersama Syafril
 “Rajo Cetik” Yamin,  A.Barden ,dan Riki dari kelompok Penggiat Cetik Lampung
juga terus berupaya memasyarakatkan musik tradisional gamolan pekhing alias
cetik lewat TVRI, memberikan workshop untuk
pelajar, guru-guru kesenian di Lampung dan FKIP Unila.
Sedangkan keluar
Lampung Moccoh terus memperkenalkan Gamolan Pekhing dengan menggelar workshop
ke perguruan –peguruan tinggi seni di Indonesia antara lain; STSI Bandung, ISI
Yogyakarta, ISI Surakarta dan ISI Denpasar. Selain itu, pernah juga mementaskan
musik gamolan pekhing ke
Festival Musik  Anak-anak di Gedung
Kesenian Jakarta.
Menurut penulis buku Gamolan Pekhing, Musik Bambu dari Sekala Berak itu, yang kini jadi
pekerjaan rumahnya ialah  untuk mendorong
pemerintah Provinsi Lampung untuksegera merealisasikan bantuan alat musik
tradisional Lampung  talo balak dan
gamolan pekhing untuk praktek mahasiswa.
Menurut
Pembantu rektor 1 ISI Yogyakarta 
Prof.Dr. I Wayan Dana, SST, M.Hum,perangkat alat musik tradisional ini
tentu sangat diperlukan untuk kebutuhan praktek mahasiswa.
Hal
senada juga diiungkapkan Dekan Seni Pertunjukan ISI Surakarta Sigit Astono,
S.Kar, M.Hum  tidak mungkin mahasiswa
mempelajari  musik hanya teorinya tanpa
praktek. “Mudah-mudahan Pemerintah Provinsi Lampung segera merealisasikan
bantuan perangkat musik tradisional Lampung talo balak dan gamolan pekhing ini
segera,” harap Sigit.
“Saya merasa bersyukur
dan bangga akhirnya musik tradisional Lampung bisa bersanding dengan musik
daerah lainnya jadi mata kuliah di perguruan tinggi seni bergengsi. Langkah
strategis ini sebagai upaya promosi musik Lampung ke seantero nusantara bahkan
dunia sekaligus sebagai salah satu media pelestarian,” imbuh Moccoh.
Christiasn Heru Cahyo Saputro

Baca Juga: I Wayan ‘Mochoh’ Sumerta Dana Arta, Promotor Alat Musik Tradisional Lampung

Loading...