Beranda Hukum Narkoba Gandol Jadi Pengedar Narkoba karena Perlu Banyak Uang untuk Persalinan Istrinya

Gandol Jadi Pengedar Narkoba karena Perlu Banyak Uang untuk Persalinan Istrinya

2978
BERBAGI
Tersangka Gandol saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (5/4/2017).
Tersangka Gandol saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (5/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Hendra Saputra alias Gandol (25), tersangka pengedar narkoba yang ditangkap petugas Satres Narkoba Polresta Bandarlampung di rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sukaraja, Telukbetung Selatan, Senin (3/4/2017) lalu sekitar pukul 01.00 WIB, mengaku dirinya menjadi pengedar narkoba karena terpaksa. Menurutnya, ia perlu uang untuk persiapan persalinan istrinya.

“Saya terpaksa edarkan narkoba, karena butuh biaya persalinan istri yang sebentar lagi mau melahirkan anak pertama saya,”ujarnya, saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (5/4/2017).

Menurut pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini mengatakan, penghasilan dirinya yang pas-pasan dari kerjaannya tersebut, hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Saya edarkan narkoba ini, tanpa sepengetahuan istri saya dan baru satu setengah bulan mengedarkan narkoba,”ucapnya.

Pada saat ditengah kebingungannya, kata Gandol, ketika itu ia bertemu temannya TM (DPO) lalu menawarkan narkoba untuk diedarkan dan uang hasil yang didapat, cukup lumayan tidak perlu repot-repot kerja keras. Karena tergiur keuntungan yang didapat, Gandol menerima tawaran ajakan temannya tersebut.

“Ya saya tergiur uang yang didapat, saat itu hanya terpikir bagaimana dapat uang mudah. Saya menyesal, karena tidak bisa bertemu istri dan menemani dia (istri) saat lahiran saya harus menjalani hukuman, akibat perbuatan salah yang sudah saya lakukan,”sesal pria yang akan menjadi ayah ini.

Gandol mengutarakan, sejak Maret 2017, baru dua kali ia mendapat pasokan narkoba dari TM. Awalnya dititipi empat paket sedang sabu-sabu, satu buah timbangan digital dan beberapa pak plastik klip bening. Lalu yang kedua, dititipi empat paket sedang sabu dan 12 butir pil ekstasi.

“Sebelum dijual, sabu itu saya pecah jadi beberapa paket kecil. Satu paket kecilnya, saya dapat upah Rp 50 ribu. Kalau untuk ekstasi, belum sempat dijual,”ungkapnya.

Menurutnya, ia menjual narkoba tersebut kepada teman-teman dekatnya saja. Gandol mengakui bahwa dirinya juga memakai narkoba sejak menjual narkoba tersebut.

Loading...