Gang PU dan Sentra Keripik Khas Lampung

  • Bagikan

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com

Bandarlampung—Jalan ini sebenarnya bernama Pagar Alam. Nama Pagar Alam diambil dari keluarga Zainal Abidin Pagar Alam. Mantan Gubernur Lampung sekaligus orang tua Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, konon, berasal dari sini.

Tetapi, masyarakat lebih mengenal Gang PU. Keberadaan Gang PU jauh sebelum berganti nama Jalan Pagar Alam. Di kawasan ini memang ada Perumahan (karyawan) PU. Boleh jadi lantaran perumahan tersebut.

Daerah ini sekarang berkembang menjadi Sentra Kawasan Industri Keripik. Wisatawan, baik nusantara maupun luar negeri acap berkunjung ke sini. Hanya untuk membeli oleh-oleh panganan khas Lampung: keripik singkong, pisang, mantang, ataupun kentang. Tentu saja dengan beragam rasa.

Sebelum ada Perumahan PU, daerah ini hanya hutan atau perkebunan pisang dan singkong. Belum ada nama jalan maupun gang.

Salah satu warga mengatakan, keluarga Gubernur Lampung sekarang—Sjachroedin Zainal Pagar Alam—adalah suku Lampung Marga Negeri Balau Kedaton.

Menurut Sjafariah Widianti, anggota DPRD Provinsi Lampung, keluarga besar Pagar Alam memang berasal dari Marga Negeri Balau yang berpusat di Kedaton—kini Jalan Pagar Alam.

Gang PU atau Jalan Pagar Alam bisa ditempuh dari Jalan Teuku Umar dekat SPBU Kedaton, atau dari Jalan Imam Bonjol Langkapura. Dari Jalan Ratulangi Gedung Air juga bisa, termasuk dari Jalan Palapa.

Daerah ini makin terkenal setelah Pemkot Bandarlampung menetapkan sebagai Sentra Kawasan Industri Keripik, yaitu objek wisata oleh-oleh makanan khas Lampung.

Warga dari luar Provinsi Lampung yang singgah ke kota ini, rasanya belum sampai Bandarlampung kalau tidak mengunjungi tempat ini dan pulang membawa oleh-oleh keripik.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page