Beranda Hukum Narkoba Ganja 137 Kg Asal Medan Ini Dikirim ke Alamat Panti Asuhan di...

Ganja 137 Kg Asal Medan Ini Dikirim ke Alamat Panti Asuhan di Bandarlampung

319
BERBAGI
Barang bukti 137 Kg ganja yang dikirimkan dengan tujuan ke alamat panti asuhan di Bandarlampung.
Barang bukti 137 Kg ganja yang dikirimkan dengan tujuan ke alamat panti asuhan di Bandarlampung.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno mengatakan, ganja sebanyak 137 kilogram asal Medan, Sumatera Utara yang disimpan di dalam empat bok besar dari steoform tersebut, dikirimkan melalui jasa paket ekspedisi Indah Cargo di Pasar Untung, Kedaton, Bandarlampung.

“Ratusan kilogram ganja asal Medan itu akan dikirimkan ke sebuah Panti Asuhan ‘Alkhairi Amanah’ di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Rawa Laut, Pahoman,”ujarnya saat menggelar ekspos kasus di Gedung Bagas Raya, Selasa (4/4/2017) malam.

Menurutnya, diatas empat bok besar dari styrofoam yang didalamnya berisi 137 kilogram ganja tersebut, tertera nama beserta nomor ponsel. Namun dari hasil penyelidikan, nama sebuah Panti Asuhan yang ditujukan adalah fiktif (tidak ada).

“Modus pengeriman ganja yang dilakukan para jaringan bandar dan pengedar ini, dengan membuat nama dan alamat palsu pengirimannya. Lalu paket yang dikirimkan berisi pakaian, hal itu dilakukan mereka hanya untuk mengelabui petugas agar tidak terdeteksi,”jelasnya.

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menggagalkan penyelundupan 137 kilogram ganja asal Medan, Sumatera Utara dari tangan empat orang tersangka. Polisi menangkap para tersangka, di dekat Gedung Bagas Raya di Jalan Soekarno Hatta (by pass) Kelurahan Tanjung Senang, Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

Keempat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Rido (25) warga Jalan Gunung Dieng, Perumnas Way Halim; Satria Andika (20) warga Perumnas Way Halim; Erwansyah (34) dan Riski Ari Jumanto (23), keduanya warga Jalan Ratu Dibalau, Bandarlampung.

Dari penangkapan para tersangka, selain menyita ganja sebanyak 137 Kg. Petugas juga, menyita ponsel dan dua unit mobil picukp Granmax warna hitam BE 9120 GF dan mobil jenis Taft yang digunakan para tersangka untuk mengangkut barang haram tersebut.