Gantikan Poniran HS, Yahya Pranoto Dilantik Jadi Kepala Desa Subik Lampung Utara

Prosesi pelantikan Yahya Pranoto sebagai Kepala Desa Subik yang dilakukan oleh Wakil Bupati Ardian Saputra
Prosesi pelantikan Yahya Pranoto sebagai Kepala Desa Subik yang dilakukan oleh Wakil Bupati Ardian Saputra
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Abung Tengah–Yahya Pranoto akhirnya mendapatkan posisi Kepala Desa Subik, Abung Tengah, Lampung Utara yang telah lama diidamkannya sejak akhir tahun 2021 silam. Yang bersangkutan resmi dilantik untuk menggantikan Poniran HS yang tersandung perkara ijazah palsu.

“Segeralah melakukan pembenahan agar desa ini dapat menjadi lebih berkembang di masa mendatang,” kata Wakil Bupati Ardian Saputra usai melantik Yahya sebagai Kepala Desa Subik, di kantor kepala desa, Senin (5/12/2022).

Setidaknya terdapat tiga hal penting yang harus segera dilakukan Yahya dalam waktu dekat. Ketiga hal itu adalah mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemerintahan desa, menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pihak terkait. Terakhir, segeralah melakukan pelayanan terhadap rakyat.

“Dengan demikian, laju pemerintahan akan dapat terus berjalan sesuai harapan,” terangnya.

Orang nomor dua di Lampung Utara ini juga mengingatkan Yahya untuk lebih memperhatikan kualitas jalan yang ada di desa. Kondisi jalan yang baik akan mampu merangsang pertumbuhan perekonomian warga desa. Muaranya tentu pada kesejahteraan rakyat yang tak hanya sekadar cita – cita.

“Jalan – jalan di sini sudah cukup buruk kondisinya. Segera perbaiki dan berkoordnasi dengan pemkab agar perbaikannya dapat segera terlaksana,” kata dia yang langsung disambut dengan gemuruh tepuk tangan warga.

Di sisi lain, Yahya Pranoto mengaku akan segera menjalankan apa yang menjadi harapan dari Pemkab Lampung Utara. Sebab, menurutnya, apa yang disampaikan itu memang sudah seharusnya ia lakukan di masa mendatang.

“Terima kasih pada pak wakil bupati atas sarannya. Secepatnya, akan segera saya laksanakan,” tuturnya.

Sebelum dilantik untuk menggantikan Poniran HS, Yahya adalah peraih kedua suara terbanyak dalam Pilkades tahun 2021 lalu. Saat itu selisih suaranya dengan Ponirna HS hanya satu suara saja. Dalam perjalanannya, Yahya menggugat ijazah paket B milik Poniran HS yang diduga asli tapi palsu.

Usaha Yahya tidak sia – sia. Terbukti, Pengadilan Tata Usaha Negara Bandarlampung memenangkan gugatannya. Menariknya, saat masih dalam proses banding yang diajukan oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Sepakat yang menerbitkan ijazah Poniran HS, Pemkab Lampung Utara memutuskan untuk memberhentikan Poniran dari posisinya. Dalam perjalanannya, PTUN Medan ternyata masih memenangkan Yahya. Di lain sisi, Poniran dan kawan – kawan tetap melakukan perlawanan atas pencopotannya. Ia mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dan berencana mengajukan kasasi pada Mahkamah Agung terkait persoalan tersebut.