Beranda Teras Berita Gara-gara Iklan Jokowi, Petinggi Vivanews Disuruh Mundur

Gara-gara Iklan Jokowi, Petinggi Vivanews Disuruh Mundur

1829
BERBAGI
Awak redaksi Viva.co.id (Facebook/Nezar Patria)

Oyos Saroso H.N./Teraslampung.com

Bandarlampung–Sebuah surat elektronik (email) yang dikirim CEO Grup Viva beredar  ke publik. Email yang ditulis Ardie Bakrie itu nadanya penuh amarah, sebagai reaksi munculnya iklan Jokowi di portal berita Vivanews (Viva.co.id) milik keluarga besar Aburizal Bakrie.

Email itu ditujukan kepada para direksi, khususnya jajaran pemimpin redaksi Viva.co.id . Masuk jajaran itu, antara lain, Pemred Uni Lubis, Wapimred yang juga mantan Ketua Umum AJI  Indonesia Nezar Patria,  dan Redpel Viva.co.id yang juga Sekjen AJI Indonesia, Suwarjono.

Iklan Jokowi itu sendiri sudah dihapus.Semula iklan itu ‘nangkring’ di bagian kanan atas portal Vivanews.co.id, yang disebut Ardhie Bakrie sebagai ‘tempat paling sakral bagi kita’.

Hilangnya iklan Jokowi tidak membuat kemurkaan Ardhie mereda. Melalui email yang kini terpublikasi secara luas di media sosial itu, Ardhie Bakrie meminta para petinggi Vivanews.co,id untuk mengundurkan diri kalau memang tidak suka dengan kebijakannya.

Peringatan keras itu pun disambut Pemred Uni Lubis, Pimred Vivanews dan Wakilnya Nezar Patria, serta para redaktur senior lain dengan mengajukan pengunduran diri pada pekan ini.

Kemarahan Ardhie Bakrie pertama kali muncul di laman Kompasiana pada Kamis malam pekan lalu (3/4). Dalam tulisan di Kompasiana itu disebutkan Chief Executive Officer (CEO) atau Presiden Direktur TVOne dan Viva.co.id, Anindra Ardiansyah Bakrie atau biasa disapa Ardie Bakrie murka berat karena portal Vivan.co.id memuat iklan PDI Perjuangan dan Jokowi untuk mencoblos nomor 4.

Ardie Bakrie pun marah besar dan  mengirimkan email bernada keras. Suamia Nia Ramadani itu meminta jajaran redaksi segera mengganti iklan itu dengan iklan Golkar. Dia juga meminta sejumlah petinggi redaksi untuk mundur, jika tak mau menerima kebijakan tersebut. Dalam laman tersebut juga disebutkan, Ardi Bakrie menunggu surat pengunduran diri itu dibuat sebelum “ayam berkokok.”

Di kalangan aktivis AJI sendiri, berita mundurnya petinggi Vivanews sudah beredar sejak beberapa hari lalu, setelah Nezar Patria, mantan ketua umum AJI yang kini menjadi anggota Dewan Pers,membuat status di Facebook tentang pengunduran dirinya dari Vivanews. Namun,ketika itu Nezar tidak menyebutkan alasan dia mundur.

Di dinding Facebooknya, pada 3 April lalu Nezar Patria menulis: “PAMIT. Terima kasih buat semua kawan di VIVA.co.id, atas kerjasama yang mengasyikan, dengan berbagai keterbatasan berhasil membawa media online ini ke posisi tiga besar. Tanpa kalian semua, hal itu mustahil dicapai. Saya pamit, dan mohon maaf atas segala kekurangan.”

Berikut surat  Ardie Bakrie yang memicu pengunduran diri sejumlah petinggi Vivanews:

Para Direksi, khususnya Pemred,

Saya yakin banget di tmpat kita telah disusupi orang yang hatinya tidak satu arah dengan perusahaan yang pernah saya sampaikan.

Kalau keyakinan saya salah mengenai penyusupan, tandanya pada bodoh saja semua yang kerja disitu kalau tidak melihat kesalahan ini.

Baru saja saya lihat, mungkin selama satu jam, di tempat paling sakral kita, yaitu di bagian foto yang selalu berganti-ganti, ada gambar Jokowi coblos no. 4.

Persis sekali seperti iklannya yang ditaruh di sebelah kanan yang memang bagian advertising. Ide siapa sih ?? Bodoh sekali!!! Pura-pura ngga ngerti, sengaja, apa emang dibayar sm partai lain untuk melakukan itu di tempat yang paling sakral itu??
Kalau mengenai iklan PDIP yang ada di sebelah kanan itu, saya bisa sedikit mengerti karena maksudnya berjualan di tmpat jualan, bukan di bagian redaksional.  Walaupun saya  juga  tidak suka dan tolong utk diganti sekarang.  Materi akan saya attachkan pada email ini dan berikutnya untuk dipasangkan berganti gantian disitu.  Thx.

Apabila ada yang tidak suka akan kebijakan saya ini, silahkan ajukan surat resignation sebelum ayam berkokok besok pagi. Lebih cepat lebih bagus. Saya benci orang2 munafik atau pun orang bodoh yang tidak loyal.

PS:
Saya emailkan dgn gmail krna bisa di attach file lebih besar, bukan karena saya takut.
Kalau hubungannya mengenai orang tua yang di dzolimi, ngga ada takutnya saya. semua halal!!!
Rgds,

Loading...