Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Gas Sampah TPA Way Lubuk Kalianda Perlu Dimanfaatkan

Gas Sampah TPA Way Lubuk Kalianda Perlu Dimanfaatkan

132
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN – Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi gas alami yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar buat memasak. Gas alami itu berasal dari tumpukan sampah yang ada di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, di Lingkungan Way Lubuk, Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Sayangnya, potensi yang teramat bagus itu, hingga kini belum dimanfaatkan oleb pihak Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) Lampung Selatan, selaku instansi yang menangani soal sampah di kabupaten serambi pulau sumatera ini. Padahal, lokasi yang memiliki potensi gas alami tersebut sudah pernah dilakukan pengecekan oleh ahli bidang biogas, dan dinyatakan gas yang terkandung di dalam tumpukan sampah di TPA Way Lubuk, Kalianda itu cukup bagus dan bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar minyak (bbm) buat memasak bagi warga sekitar lokasi TPA.

“Kalau menurut perhitungan pihak konsulatan, untuk mengembangkan potensi gas sampah tersebut, hanya dibutuhkan anggaran sebesar Rp300 juta,” ujar salah satu pejabat Pemkab Lamsel yang pernah menangani soal kebersihan dan keindahan di Lamsel, yang meminta kepada Teraslampung.com, untuk tidak menuliskan namanya dalam pemberitaan ini, saat dihubungi melalui ponsel, Minggu (25/10) sore.

Diungkapkannya, gas alami di lokasi TPA sampah, Way Lubuk, Kalianda, memiliki potensi yang cukup baik, dan tidak kalah dengan potensi gas alami yang ada di TPA sampah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Kami pada waktu itu sempat melakukan studybanding ke Kabupaten Magelang, untuk melihat langsung proses pemanfaatan potensi gas sampah ini. Dan ternyata, memang benar-benar bermanfaat bagi warga di sana (Magelang, red), untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Maka dari itu, tadinya saya ingin menerapkannya di kabupaten kita ini (Lamsel, red), tapi sayang belum kesampaian, saya sudah berpindah tugas di dinas lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) Lampung Selatan P. Marpaung, saat akan dikonfirmasi terkait rencana pengembangan potensi gas sampah tersebut, beliau tidak bisa dihubungi, karena ponsel nya dalam keadaan off alias tidak aktif.