Beranda Hukum Kriminal Gasak Liontin Emas dan Uang Rp 7 Juta, Dua Remaja Dibekuk Polisi

Gasak Liontin Emas dan Uang Rp 7 Juta, Dua Remaja Dibekuk Polisi

199
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono (tengah) didampungi Waka Polresta AKBP Boby Marpaung (kanan) dan Kasat Reskrim Kompol Deden Heksaputra

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Petugas Unit Reskrim Polsekta Panjang, meringkus dua remaja tersangka pencurian dengan pemberatan(curat) modus bongkar rumah. Polisi menangkap keduanya, saat sedang nongkrong di Kampung Harapan Jaya, Panjang, beberapa hari lalu.

Kedua remaja tersangka pencurian yang ditangkap tersebut adalah, Risky Pratama (18) dan Agus Fernando (17), keduanya warga Kampung Baru, Kelurahan Panjang Utara, Bandarlampung.

Kapolsekta Panjang, Kompol Sofingi mengatakan, tersangka Risky dan Agus melakukan aksi pencurian dengan membobol rumah milik korban Tety Arno di Kampung Teluk Harapan, Kelurahan Panjang Selatan, pada November 2016 lalu.

“Dari penangkapan kedua tersangka, disita barang bukti hasil curian yang belum sempat terjual berupa kalung liotin emas seberat 6,5 gram,”ujarnya, Rabu (15/2/2017).

Dikatakannya, tersangka Risky dan Agus, melakukan aksi pencurian saat rumah korban keadaan kosong. Saat itu, korban sedang pergi keluar rumah bersama keluarganya. Kedua tersangka yang sudah mengintai terlebih dulu, mengetahui rumah yang menjadi sasaran pencuriannya dalam keadaan kosong.

“Tersangka Risky dan Agus, masuk ke halaman rumah lalu menuju ke arah belakang. Keduanya masuk ke dalam rumah korban, setelah merusak pintu belakang menggunakan obeng,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata Sofingi, kedua tersangka mengacak-acak seluruh isi ruangan rumah mencari barang-barang berharga milik korban. Dari dalam kamar korban, kedua tersangka menggasak satu buah kalung liontin emas seberat 6,5 gram dan tas yang berisi uang sebesar Rp 7 juta. Setelah berhasil menggasak barang berharga dan uang milik korban, keduanya melarikan diri melalui pintu belakang.

“Aksi pencurian itu baru diketahui keesokan harinya, setelah korban pulang ke rumahnya yang mendapati seluruh isi ruangan sudah berantakan dan pintu belakang rusak. Korban melaporkan kejadian pencurian itu ke Mapolsek Panjang,”terangnya.

Mendapat laporan korban, petugas melakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi. Dalam penyelidikan, petugas mendapati aksi pencurian di rumah korban Tety dilakukan tersangka Risky dan Agus. Saat itu juga, petugas melakukan penggrebekan di rumah keduanya. Namun kedua tersangka sudah tidak ada, mereka bersembunyi di suatu tempat untuk menghindari kejaran polisi.

“Petugas mendapatkan informasi keberadaan Risky di Kampung Harapan Jaya, saat itu juga petugas menangkap Risky saat sedang nongkrong bersama temannya. Dari penangkapan Risky, petugas akhirnya menangkap tersangka Agus,”pungkasnya.

Menurutnya, uang sebesar Rp 7 juta hasil curian, sudah dihabiskan kedua tersangka untuk berfoya-foya.