Gatot: Ansor Bukan NATO

  • Bagikan
Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, S.Psi, M.A.P menjelang penandatanganan MoU dengan GP ANSOR Way Kanan mengenai penggunaan lahan Yayasan Shiffah seluas 13 hektare untuk pemberdayaan kader ANSOR beberapa waktu lalu.(Ist)

BLAMBANGAN UMPU, Teraslampung.com — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Way Kanan di Provinsi Lampung mengajak barisan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah tersebut untuk berpikir dan bergerak demi mewujudkan kemandirian kader dan organisasi.

“Darah organisasi itu kader. Jika darah bagus, maka organisasi diumpamakan tubuh juga akan sehat dan kuat. GP Ansor Way Kanan mendorong tumbuhnya kader yang berani berpikir dan bertindak untuk membuat organisasi pemuda NU di Way Kanan ini menjadi organisasi energi, organisasi ibadah, organisasi gerakan yang memiliki bobot sebagaimana namanya, bukan organisasi mulut atau No Action Talk Only alias NATO,” ujar Ketua PC GP ANSOR Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Sabtu (6/12).

Gatot yang terpilih memimpin Ansor Way Kanan pada 7 Oktober 2014 itu menambahkan, sejumlah kegiatan sejak Oktober 2014 terus dilakukan di Way Kanan, dari menjaga sejumlah pengajian, pelatihan anti perdagangan orang bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, menggelar acara untuk guru dari berbagai tingkatan, mengikuti pelatihan bela negara dihelat Kodim 0427. Termasuk meluncurkan usaha madu sebagai upaya melancarkan roda organisasi juga dilakukan.

“Terima kasih untuk energi, semangat, senyum, keringat yang diberikan seluruh sahabat Nahdliyin muda dan para benteng ulama untuk GP Ansor Way Kanan yang merupakan rumah bersama, rumah yang dipinjamkan kader, generasi Ansor mendatang kepada pengurus yang sekarang,” tuturnya.

Namun demikian, ujar Gatot yang menggagas Program ANSOR Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) di Way Kanan itu, pekerjaan rumah masih banyak.

 “Seluruh jajaran pengurus cabang GP Ansor Way Kanan mengajak kader untuk senantiasa merawat rumah bersama. Ghirah atau semangat harus selalu berkobar, kader Ansor jangan lungkrah. Bersama kita berpikir dan bergerak,” kata Gatot.

Berkaitan dengan itu, kata Gatot, dalam waktu dekat PC GP ANSOR Way Kanan akan menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan ANSOR Serbaguna (Banser) ke IX dan Pendidikan Kader Dasar (PKD) ANSOR IV di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Way Kanan, yakni di Kecamatan Bahuga.

“Setelah ada kegiatan serupa di tiga kecamatan yang berada di Dapil II, yakni di Buay Bahuga, Bumi Agung dan Way Tuba, menjelang akhir Desember tahun ini giliran Bahuga supaya lengkap dan tahun depan bisa bergeser ke Dapil yang lain. Kepastian tempatnya masih dijajaki, tapi yang pasti berlangsung di areal pondok pesantren,” kata Gatot..

Sejumlah Diklatsar dan PKD telah dilakukan PC GP ANSOR Way Kanan sejak daerah itu berpisah dari Kabupaten Lampung Utara. Karena itu, sejumlah kelemahan akan ditutup dan konten tambahan positif yang mendorong tumbuhnya kader handal akan diberikan pada kegiatan tersebut.

“Ada kata gerakan pada nama ANSO. Hal itu harus menjadi inspirasi Nahdliyin muda untuk berpikir untuk bertindak. Jadikan organisasi pemuda NU ini sebagai kawah candradimuka bagi para calon pemimpin. Tapi jangan pernah jadikan ANSOR organisasi mulut,” kata Gatot Arifianto.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page