Beranda News Internasional Gelombang Panas di Pakistan Tewaskan 800 Orang

Gelombang Panas di Pakistan Tewaskan 800 Orang

152
BERBAGI
Korban gelombamg panas di Karachi sedang dievakuasi (EPA/bbc.co.uk)

TERASLAMPUNG.CON –-Korban tewas akibat gelombang panas di Provinsi Sindh, Pakistan, terus berjatuhan dan hingga hari Rabu (24/06) jumlah mencapai 800 orang.

Menurut BBC Urdu, korban tewas di Karachi tercatat 780 orang, sementara 30 orang dilaporkan tewas di kawasan lain di provinsi tersebut.

Salah satu organisasi sosial setempat mengatakan kamar mayat menerima ratusan korban dan kapasitasnya sekarang sudah penuh.

Para pejabat dikecam karena dianggap tidak berbuat maksimal untuk menangani krisis ini.

Hari Rabu ditetapkan sebagai hari libur oleh pemerintah provinsi dengan harapan sebagian besar warga lebih memilih tinggal di rumah.

Pada hari Selasa suhu udara mencapai 45 derajat Celsius dan Perdana Menteri Nawaz Sharif memerintahkan para pejabat pemerintah untuk mengambil langkah darurat.

Pemerintah juga mengerahkan anggota militer mendirikan berbagai pos kesehatan untuk membantu para korban.

Temperatur di Karachi sudah turun menjadi 34 derajat Celsius berkat hembusan angin yang berasal dari laut, namun ini tidak menyurutkan kemarahan warga kepada pemerintah yang membatasi penggunaan kipas angin.

Lonjakan pemakaian pendingin ruangan dan kipas angin membuat aliran listris tidak lancar dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Lembaga amal Edhu Foundation melansir, gelombang panas terburuk dalam hampir 35 tahun yang melanda Karachi, Pakistan, telah menewaskan 1.000 orang lebih dan membuat kamar-kamar jenazah kehabisan tempat pada Kamis (25/6).

Pejabat senior  Edhu Foundation, Anwar Kazmi, mengatakan  kantung-kantung berisi mayat ditumpuk di lantai kamar jenazah karena unit pendingin tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Unit pendingin tidak bekerja sebagaimana mestinya karena ada terlalu banyak jenazah,” katanya.

Kazmi mengatakan lebih dari 1.000 orang telah meninggal dunia terkait panas. Pemerintah provinsi tidak berbuat banyak, hanya saling menyalahkan satu sama lain.

“Kami memberikan penghargaan kepada para dokter dan staf rumah sakit pemerintah yang bekerja tak kenal lelah merawat pasien yang jumlahnya tak terbatas,” katanya seperti dilansir kantor berita Reuters.

Rumah sakit-rumah sakit memanggil mahasiswa kedokteran untuk bekerja ekstra serta mengajukan permintaan barang-barang dasar seperti seprei dan usungan.

Banyak rumah sakit publik menyatakan warga menyumbangkan air es dan barang persediaan lain dan bahwa jumlah pasien perlahan menurun bersama penurunan temperatur.

Permintaan air dingin dan usungan dari rumah sakit Jinnah mendapat respons luar biasa, kata Dr. Tasneem Butt.

Menurut Butt, kegiatan amal dilakukan untuk meminjamkan pendingin udara, kata Butt, yang teleponnya kemudian berdering karena ada penyumbang lain yang menelpon.

Selain itu tenda-tenda yang menawarkan air es dan garam rehidrasi sudah menjamur di sudut-sudut jalan, digelar oleh partai-partai politik oposisi dan militer.

Gelombang panas yang melanda kota berpenduduk 20 juta jiwa itu datang ketika pemutusan aliran listrik parah terjadi, menyebabkan banyak orang tanpa kipas angin, air atau cahaya pada awal bulan Ramadhan, ketika banyak Muslim berpuasa pada siang hari.

Suhu udara kota itu sampai 44 derajat Celsius pada akhir pekan, yang terpanas sejak 1981, namun kemudian turun menjadi 38 derajat Celcius pada Kamis. Para pemrakira memperkirakan hujan akan turun tapi sampai sekarang hujan belum juga datang.

bbc.co.uc/reuters.com

Loading...