Beranda Hukum Narkoba Gembong Narkoba asal Menggala Mati Ditembak

Gembong Narkoba asal Menggala Mati Ditembak

1540
BERBAGI
Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko didampingi oleh Direktur narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Edi Swasono (kiri) dan Wadir Narkoba AKBP K. Yani Sudarto (kanan) saat menunjukkan barang bukti hasil penggerebekan dari rumah bandar narkoba Hartoni alias Tony Sapu jagat (47) saat dilakukan penggrebekan dirumah tersangka di Jalan Cendana lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selata, Kecamatan Menggala Tulang Bawang, pada Senin (24/2) siang Sekitar pukul 12.00 WIB.

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dibantu Polres Tulang Bawang menembak mati gembong narkoba, Hartoni alias Tony Sapu jagat (47) saat dilakukan penggerebekan di rumah tersangka di Jalan cendana lingkungan Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan Kecamatan Menggala,Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Senin (24/2) siang Sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut polisi, tersangka melakukan perlawanan dengan menembaki petugas menggunakan senjata api jenis FN, Selanjutnya tersangka tersungkur dan berhasil ditangkap setelah tertembus dua peluru petugas tepat mengenai dada sebelah kiri dan paha sebelah kanan. Tersangka Toni Sapu Jagat, meninggal dunia saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda.

Baca: Polisi Ringkus Tiga Tersangka Jaringan Narkoba Menggala

Dalam jumpa pers di Mako Direktorat Narkoba Polda Lampung, Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko didampingi oleh Direktur narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Edi Swasono dan Wadir Narkoba AKBP K. Yani Sudarto,  mengatakan penggerebekan yang dilakukan oleh anggotanya dirumah tersangka yang memang sudah menjadi target operasi (TO) sejak dua tahun lalu. Tersangka Toni Sapu Jagat merupakan sebagai Bandar besar narkoba yang mengatur peredaran narkoba di wilayah Tulang Bawang, Lampung Timur, Mesuji bahkan sampai ke wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

Melawan Saat akan Ditangkap

Saat akan  ditangkap,kata Kapolda,  tersangka melawan  dengan menembaki polisi  yang akan menangkapnya sehingga terjadilah baku tembak di rumah tersangka. Ketika tersangka akan mencoba kabur, dengan memanjat pagar tembok rumah di dekat kolam renang, tersangka berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan tepat mengenai dada sebelah kiri dan paha sebelah kanan.

“Saat dilakukan penggrebekan, dirumah tersangka tidak ada jaringan pengedar narkoba atau kaki tangan dari tersangka hanya ada keluarganya saja yakni istri dan anaknya. Penggerebekan berjalan sekitar satu jam d irumah tersangka. Setelah tersangka tersungkur selanjutnya dibawa oleh petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda sekitar pukul 15.30 WIB untuk diberikan perawatan, setibanya di Rumah Sakit Bhayangkara tersangka Toni meninggal dunia,” kata Heru Winarko kepada wartawan, Selasa (24/2) malam.

Dari rumah tersangka Toni Sapu Jagat, petugas berhasil menyita Barang bukti tiga pucuk senjata api organik jenis FN, satu pucuk senjata api laras panjang, satu pucuk senjata api Air Softgun, ratusan butir amunisi, sabu-sabu satu kantong besar seberat 1,1 kilo, 110 butir pil ekstasi, satu buah timbangan digital, ratusan plastik klip, 13 lembar sertifikat tanah.

Kamudian tiga buah buku kepemilikan kendaraan dan STNK, tiga bilah golok, satu buah laptop, delapan buah ponsel berbagai merk, 16 unit kamera CCTV berikut dengan servernya dan empat unit mobil jenis Lexus B 11 RL, Honda Jazz BE 2773 TA, Mitsubishi Strada B 9380 IH, Suzuki Swift sport BE 111 RH.

“Tersangka mendapatkan barang sabu-sabu dari bandar narkoba lain asal Palembang dan Aceh. Narkoba yang sering didapatkan di wilayah Bakauheni, itu merupakan hanya sebagian saja yang dikirimkan,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, tersangka Toni Sapuj Jagat selama ini yang mengendalikan peredaran narkoba di Lampung. “Ada beberapa tempat yaitu kurir dan pengedar narkoba jaringannya ini singgah, seperti di wilayah Teginineng Pesawaran, Bandarlampung baru setelah itu ke Lampung Selatan,”ujarnya.

Dari beberapa barang bukti yang diamankan, sambung Brigjen Pol Heru Winarko, yakni beberapa lembar sertifikat tanah yang diamankan, diduga digunakan oleh jaringan tersangka sebagai jaminan transaksi narkoba. Sementara untuk senjata api tersebut adalah senjata asli jenis FN bukan rakitan dan senjata api pabrikan namun dengan tersangka sudah dicat dengan warna hitam.

Selain itu juga, di rumah tersangka dipasangi kamera CCTV sebanyak 16 titik. Menurut polisi, Toni Sapu Jagat sudah melakukan pengamanan untuk dirinya  agar tidak mudah ditangkap.

“Dari segi keamanan, tersangka sudah mempersiapkannya secara matang. Rumah tersangka Toni Sapu Jagat jarang sekali tersentuh oleh petugas, karena gelagat-gelagat orang yang akan masuk kerumah tersebut sudah dapat diketahui olehnya,” kata Kapolda.

Kapolda mengatakan,  senjata Api jenis FN milik Toni Sapu Jagat  akan dibuka dan dicek di Laboratorium Forensik untuk dapat mengetahui nomer kode di senjata api. Dari situ nanti dapat diketahui senjata api ini milik siapa dan dari mana asalnya.

“Jadi saat ini belum dapat diketahui apakah standar Polri atau TNI, yang jelas kalau dilihat dari jenis senjatanya adalah senjata api pabrikan. Untuk CCTV nantinya kita akan buka dan akan dikembangkan lagi apa saja kegiatan yang ada dirumah tersangka Toni ini, seperti bagaimana tersangka melakukan transaksinya dan siapa saja pembelinya,” jelasnya.

KapSelanjutnya tersangka selain dikenakan pasal 114  ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009  tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Tersangka juga dikenakan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diterapkannya pasal TPPU tersebut, lantaran ditemukan sejumlah barang bukti mobil mewah beberapa lembar sertifikat tanah milik tersangka Tony yang diduga dari hasil bisnis narkoba,”tandasnya.