Beranda News Nusantara Gempa 6,8 SR di Ambon, 3 Orang Meninggal

Gempa 6,8 SR di Ambon, 3 Orang Meninggal

27
BERBAGI
Sejumlah warga Kota Ambon berada di luar rumah dan bangunan usai gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang kota tersebut, Kamis (26/09/2019) pagi. (ANTARA/John Nikita S

TERASLAMPUNG.COM — Gempa bumi dengan berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Ambon, Maluku, Kamis pagi pukul 08.46 WIT (26/9/2019). Gempa mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Salah satu yang terparah adalah bangunan gedung rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

Menurut Dinas Sosial Maluku, seorang dosen IAIN Ambon,  Narti Rumain, meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang Ambon.

“Kami juga mendata dua warga lainnya yakni Djamila Lasaiba dan Gamar Assagaff sedang dalam perawatan karena tertimpa reruntuhan bangunan,” kata Kadis Sosial Maluku, Sartono Pinning.

“Kami juga mendorong dukungan tenda ke RSUD dr Haulussy Ambon untuk digunakan sebagai penampungan sementara pasien yang telah diungsikan di luar gedung,” katanya.

Kantor berita Antara memberitakan, satu warga juga meninggal akibat longsor di SD Negeri 1 Nania dan Ny. Hajah Kebo merupakan orang tua kandung dari salah satu staf Kantor Basarnas Ambon bernama Kunu Akbar dan berdomisili di kawasan Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon.

Masyarakat kota Ambon dan sekitarnya saat ini mengungsi ke kawasan tinggi di berbagai wilayah karena khawatir terjadi tsunami, kendati Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Sunardi telah menyampaikan gempa tidak menimbulkan tsunami.

Gempa sebelumnya dengan magnitudo 6,8 berpusat di 40 km timur laut Ambon Maluku, 43 km Tenggara Seram bagian Barat, 59 km Barat daya Maluku Tengah, 92 km timur laut Buru Selatan.

Gempa susulan kekuatan magnitudo 5,6 terjadi di timur laut Ambon, Maluku, pada 09.39 WIT setelah gempa gempa dengan magnitudo 6,8 terjadi pada 08.46 WIT.

Data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.39 WIT dengan kekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa ada di kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berjarak 18 km sebelah timur laut Ambon.

BMKG juga memberikan imbauan pada masyarakat untuk berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Tempo

Loading...