Beranda News Nusantara Gempa 7,4 SR Guncang Donggala, 1 Warga Meninggal

Gempa 7,4 SR Guncang Donggala, 1 Warga Meninggal

323
BERBAGI
Pusat gempa Donggala, Sulawesi Tengah, 28 September 2019 (sumber: BMKG)

TERASLAMPUNG.COM — Gempa Donggala yang berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang beberapa wilayah seperti Gorontalo dan Mamuju, Jumat petang WIB (28/9/2018).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi kekuatan gempa, yang semula disebutkan 7,7 SR ternyata yang benar adalah 7,4 SR. BMKG juga mengupdate data bahwa gempa yang semula disebutkan berpotensi tsunami akhirnya disebutkan sebagai tidak berpotensi tsunami.

Menurut data BMKG, rentetan gempa itu dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan kekuatan 5,9 skala richter (SR) dengan pusat gempa di 0.49 LS – 120.28 BT, kedalaman 10 km atau 27 km di timur laut Donggala Sulawesi Tengah.

Pada pukul 17:14:25 WIB gempa berkekuatan 6,1 SR kembali terjadi. Disusul kemudian pada 7:25:07 WIB dengan kekuatan 5,9 SR, pada 17:02:45 WIB dengan kekuatan 7,4 SR.

Lima gempa susulan masih terjadi hingga pukul 19:27:39 WIB dengan kekuatan antara 5,0 hingga 5,9 SR.

Sejumlah warga Gorontalo mengakui turut merasakan gempa yang cukup lama, karena daya kekuatannya di Donggala Sulawesi Tengah cukup besar.

Sejumlah warga di Kelurahan Tomulobutao ke luar rumah setelah merasakan guncangan gempa tersebut yang terjadi hampir sekitar lima menit.

“Guncangannya sangat terasa dan cukup lama, dari guncangan kecil ke guncangan besar lalu semakin pelan. Kami memutuskan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri,” kata salah seorang warga, Wawan Akuba.

Meski demikian, setelah gempa reda warga tak lagi merasakan panik dan beraktivitas seperti biasanya.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo Fathuri mengatakan pusat episenter gempa tidak terdapat di daerah tersebut, namun penjalaran gelombang atau energinya dirasakan sampai ke wilayah Gorontalo.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini Tsunami namun kemudian diakhiri beberapa saat kemudian.

Gempa yang melanda wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat pada Jumat petang itu juga membuat warga di Kabupaten Mamuju panik.

“Baru kali ini getaran gempa kami rasakan cukup keras. Lampu di teras rumah saya bergoyang sangat kencang, bahkan air di bak penampungan kamar mandi sempat tumpah akibat kuatnya getaran gempa,” kata seorang warga Mamuju Fadil, ditemui saat berada di luar rumahnya untuk menghindari dampak gempa tersebut.

Akibat gempa Donggala yang cukup kencang tersebut, listrik di kawasan Kabupaten Mamuju sempat padam.

Satu orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya terluka sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu dan Donggala pada Jumat petang menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala.

BPBD Kabupaten Donggala menyatakan bahwa gempa juga menyebabkan puluhan rumah rusak.

Korban yang tewas dan luka-luka itu akibat tertimpa bangunan yang roboh. Evakuasi masih dilakukan oleh petugas. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya.

TL/Tempo.co/BBS

Loading...