Beranda News Nusantara Gempa Dangkal Tanpa Tsunami Kembali Goyang Banten

Gempa Dangkal Tanpa Tsunami Kembali Goyang Banten

259
BERBAGI
Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kalau gempa tektonik telah menggoyang wilayah Banten pada Senin malam, 17 Februari 2020. Gempa yang terukur berkekuatan 4,9 Magnitudo itu memiliki sumber di bawah laut namun tidak sampai menimbulkan tsunami.

Catatan BMKG menunjukkan lindu terjadi tepatnya Pukul 19.11.46 WIB dengan episenter pada koordinat 7,36 LS dan 106,03 BT. “Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 91 kilometer barat daya Lebak, Banten,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho lewat keterangan tertulis Senin malam, 17 Februari 2020.

Gempa itu tergolong dangkal, dengan kedalaman 10 kilometer. “Gempa akibat aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam ke bawah lempeng Eurasia,” ujarnya.

Dampak gempa berupa guncangan menurut laporan warga terasa kuat hingga skala intensitas III MMI. Skala ini diilustraskan dengan warga di dalam rumah merasakan getaran gempa seakan ada truk yang melintas.

Getarannya terasa di Cikotok, Cihara Panyauangan, Bayah, Malingping, Rangkasbitung, Ciptagelar, Cilograng, Pandeglang, Banjarsari, hingga Sukabumi. BMKG tidak merekam adanya gempa susulan dan karenanya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Gempa sebelumnya yang pernah menggoyang wilayah Banten terjadi pada 2 Agustus 2019 lalu. Saat itu gempa berkekuatan lebih besar, 6,9 M dan sama dangkal bersumber di bawah laut, yakni kedalaman 48 kilometer.

Hasil pemutakhiran data menyebutkan episenter atau titik sumber gempa yang sempat memicu panik karena ancaman tsunami itu terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia,” bunyi keterangan BMKG saat itu.

Tempo

Loading...