Beranda News Nusantara Gempa Donggala-Palu, Jenazah Petugas ATC Bandara Mutiara Tiba di Makassar

Gempa Donggala-Palu, Jenazah Petugas ATC Bandara Mutiara Tiba di Makassar

276
BERBAGI
Isak tangis keluarga almarhum Anthonius Gunawan Agung saat tiba di rumah duka di Makassar [Foto: Ardiansyah]
Isak tangis keluarga almarhum Anthonius Gunawan Agung saat tiba di rumah duka di Makassar [Foto: Kabarmakassar.com/Ardiansyah]

TERASLAMPUNG.COM — Keluarga korban gempa berkekuatan 7,4 SR di Palu Sulawesi Tengah menyambut kedatangan jenazah almarhum petugas menara Air Traffic Control (ATC) Bandar udara Palu Sulawesi Tengah, Anthonius Gunawan Agung, Minggu 29/9.

Isak tangis keluarga Anthonius pecah saat jenazah tiba di rumah duka jalan Onta Baru no.45, Kecamatan Mamajang, Kota
Makassar.

Anthonius meninggal dunia saat dilarikan ke Rumah Sakit dari Bandara Palu menggunakan Helikopter. Nyawanya tak tertolong ketika dirinya melompat dari lantai 4 gedung ATC Bandara Palu. Dimana sebelumnya Anthonius rela mengorbankan diri demi menyelamatkan nasib ratusan penumpang maskapai Batik Air di Bandara Mutiara Al Jufri Kota Palu, Jumat, 28 September 2018.

Walikota Makassar, Ir Moh Ramdhan Pomanto yang hadir dirumah duka menyatakan rasa belasungkawanya, ia juga mengatakan Anthonius merupakan pahlawan, ia rela mengorbankan diri demi keselamatan orang banyak saat itu. Sebagai anak Makassar ia merupakan pahlawan yang menyelamatkan nyawa orang banyak.

“Dia anak Makassar yang baik, dia ini pahlawan, banyak yang orang dia selamatkan saat pesawat Batik Air hendak mendarat di bandara”Kata Walikota saat berada di Rumah duka.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah kerabat dan keluarga korban berdatangan dirumah duka.

Kronologi penyelamatan pesawat Batik Air saat Anthonius Agung bertugas di lantai 4 gedung ATC Bandara Mutiara Palu.

Anthonius Agung Gunawan melompat dari tower dengan keadaan patah kaki dan tangan. Ketika itu gempa tektonik terjadi, semua orang berlarian keluar dari Bandara, Agung dikabarkan masih dalam posisi bertugas memandu pilot Batik Air untuk lepas landas dari runway Bandara Palu.

Saat itu pukul 17.55 Wita. Gempa tektonik 7,4 skala richter terjadi, pesawat masih bergerak kencang di landasan pacu. Pesawat belum terbang penuh karena roda pesawat masih tampak di badan pesawat.Belum menutup.

Sementara di bawah menara, banyak teman-teman Agung berteriak ada gempa. Mereka berteriak meminta Agung agar turun dari menara. Agung bergeming. Tugas harus dituntaskannya. Memastikan roda pesawat Batik Air masuk dalam badan pesawat.

“Safe flight Batik Air..Take care”, ucap Agung menutup komunikasinya dengan Pilot Batik Air yang sudah posisi aman mengudara. Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih.

Menara ATC roboh. Agung terlambat menyelamatkan diri. Ia akhirnya tewas dalam tugas mulia untuk memastikan semua penumpang dan pilot benar-benar sudah mengudara dengan aman.

Ia menjadi patriot yang sungguh-sungguh mengemban tugas sepenuh tanggung jawab meski harus kehilangan nyawanya sendiri.

kabarmakassar.com

Loading...