Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Got Mampat, Jalan Trans-Sumatera di Rangai Tergenang Air

Got Mampat, Jalan Trans-Sumatera di Rangai Tergenang Air

484
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/teraslampung.com

Air got yang tumpah ke jalan Trans Sumatera di Desa Rangai, Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan, sudah berlangsung sejak lama. Jalan Trans Sumatera pun lama-kelamaan akan terkikis dan makin hancur (teraslampung.com/Isbedy Stiawan ZS) 

Bandarlampung—Tumpahan air dari siring (got) di Jalan Trans-Sumatera, Rangai, Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan, kini mengegnangi jalan negara itu. Jika hujan turun deras, limpasan air yang menggenangi Jalan Trans Sumatera pun akan banyak. Dikhawatirkan lama-lama akan merusak ruas jalan antarprovisi tersebut, jika tidak segera diatasi.

Air tumpahan siring (got) bercampur sampah, tidak saja mengganggu pemandangan. Bau tak sedap pun meruap di sekitar jalan itu. Warga yang biasa melintasi jalan itu berharap pemerintah daerah setempat segera membenahi siring sehingga airnya tidak tumpah ke jalan dan berdampak lebih buruk lagi.

“Mestinya pemerintah segera mengatasi genangan air ini. Mungkin karena aliran got itu mampat,” kata Zainul, warga Srengsem, Minggu (9/3).

Zainul, yang ditemui seusai melintasi genangan air yang meluber jalan itu, mengaku pengendara motor yang melintas di ruas jalan tersebut harrus ekstra hati-hati karena khawatir tergelincir. “Sebab, jalan memang menjadi licin. Kalau waspada, pengendara sepeda motor juga bisa terciprat air tak sedap itu saat kendaraan roda empat melaju kencang,” ujar Zainul.

Para pengendara motor harus ekstrahati-hati melintasi ruas jalan Trans Sumatera ruas Ranggai–Bakauheni. (teraslampung.com/Isbedy Stiawan)

Sementara Andy, warga Bandarlampung, menyesalkan Dinas Bina Marga tidak tanggap dengan kondisi jalan yang selalu digenangi air saat hujan turun itu. Got sudah lama dibiarkan mampat itu sehingga airnya meluap dan  menggenangi banda jalan.

“Ruas jalan yang menghubungkan Bandarlampung dengan Pelabuhan Bakauheni tersebut sangat vital. Mustahil tidak ada aparat terkait yang tahu. Kalau dibiarkan terus tidak lama lagi akan hancur,” kata Andy.

Andy mereagukan pejabat setempat tidak melihat meluapnya air ke badan jalan tersebut. Sebab, letaknya di ruas jalan utama yang ada di Provinsi Lampung yang menghubungkan Bandarlampung dengan Lampung Selatan.

“Lihat saja tumpukan sampah di sekitar got itu.  Sampah menggunung. Itulah penyebabnya. Kalau tidak mampat, air dari siring ini langsung mengalir ke pantai,” kata dia.

Loading...