Genjot Usaha Lokal, Kemendes Dukung Kampanye Gernas BBI

  • Bagikan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur yang mengusung tema "Go Borneo" secara virtual, Rabu (1/9/2021). Foto : Angga/KemendesPDTT
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur yang mengusung tema "Go Borneo" secara virtual, Rabu (1/9/2021). Foto : Angga/KemendesPDTT

Genjot Usaha Lokal Indonesia Lewat Kampanye Gernas BBI

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA —  Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalimantan Timur yang mengusung tema “Go  Borneo” secara resmi diluncurkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar secara virtual, Rabu (1/9/2021).

Gernas BBI bertujuan mendorong perkembangan usaha-usaha lokal di Indonesia, termasuk BUM Desa dan BUM Desa Bersama serta UMKM sehingga dapat ikut membangkitkan dan memulihkan ekonomi nasional, terutama saat pandemi ini.

Menteri Halim Iskandar memaparkan,  Gernas BBI telah mampu mengajak lebih dari 3,8 juta pelaku kreatif dan UMKM untuk on-boarding ke e-commerce pada tahun 2020.

Kemendes PDTT kali ini diberi tanggung jawab untuk Provinsi Kalimantan Timur, bekerjasama dengan Pertamina, Bank Indonesia, Metro TV, dan Pemerintah Daerah di Provinsi Kalimantan Timur baik di tingkat provinsi dan kabupaten.

Kemendes PDTT mendorong para pelaku usaha di desa, utamanya BUM Desa dan BUM Desa Bersama untuk ikut aktif manfaatkan Gernas BBI dengan adanya pengakuan negara terhadap status sebagai Badan Hukum melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja BUM Desa dan peraturan pelaksananya.

“Hal ini membuka peluang besar bagi BUM Desa di Indonesia untuk mengelola usaha dan mengembangkan asetnya serta mengembangkan investasi dan produktivitas dengan berbagai jenis usaha yang diatur dalam undang-undang untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa,” katanya.

Menurut Mendes PDTT, Kemendes  meningkatkan peran BUMDes diantaranya penyumbang PADes yang besar, sebagai konsolidator produk desa, sebagai pengungkit kegiatan ekonomi masyakarat, sebagai pemberi pelayanan terhadap kebutuhan yang belum tersedia seperti hingga menjalankan proses produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Mendes mengatakan, pengakuan ini membuka peluang-peluang besar BUM Desa dan Bumdesa Bersama untuk bermitra dan bekerjasama dengan pihak-pihak lain, contohnya saja dengan Pertamina dan Bank Indonesia yang saat ini hadir dalam kegiatan ini.

Gus Halim berharap, para pelaku ekonomi di Kalimantan Timur, utamanya BUM Desa dan UMKM dapat memanfaatkan momen yang luar biasa ini untuk saling belajar dan memgembangkan usahanya sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat lebih dicintai dan digunakan secara luas oleh masyarakat tidak hanya di kabupaten masing-masing, namun juga secara nasional, bahkan internasional.

“Bantu dengan belanja di usaha kecil, mikro, ultramikro dan dengan membeli karya-karya serta produk-produk Indonesia. Dengan kepedulian kita, saya optimistis semua segera bisa kita lewati. Ayo beli produk lokal,” tandas Gus Halim yang mengenakan Baju Adat Kalimantan Timur ini.

Hadir juga secara virtual Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi Odo R.M. Manuhutu, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Gubernur Bank Indonesia, dalam hal ini diwakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Tutuk S.H Cahyono.

Turut hadir di Ruang Kendali Kantor Kemendes PDTT yaitu Wakil Mendes PDTT Budi Aries Setiadi, Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, dan Staf Ahli Mendes HM Nurdin.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page