Beranda News Pilgub Lampung Gerbang Desa Saburai Ridho-Bachtiar Bangun 261 Desa Tertinggal di Lampung

Gerbang Desa Saburai Ridho-Bachtiar Bangun 261 Desa Tertinggal di Lampung

244
BERBAGI
Jembatan desa yang dibangun dalam program Gerbang Desa Saburai

TERASLAMPUNG.COM — Progra Gerbang Desa Saburai yang dijalankan Gubernur-Wakil Gubernur Ridho Ficado-Bachtiar Basri dalam kurun 2014-2018 berhasil mengentas 261 desa tertinggal di Lampung.

Bekerjasama dengan Dinas PMD dan BPS Provinsi Lampung mulai melakukan pemetaan terhadap 2.435 Desa dan 205 Kelurahan yang ada di Provinsi Lampung untuk menetapkan skala prioritas sehingga lebih fokus pada desa yang masih terbelakang. Dari data tersebut ditemukan bahwa 380 Desa berada dalam kondisi desa tertinggal.

Parameter kategori desa tertinggal dilakukan menggunakan Indeks Kemajuan Desa (IKD) yang akan menunjukkan Status tiap desa dan kelurahan di Provinsi Lampung dengan penilaian terhadap 5 aspek yang di jabarkan dalam 29 indikator.

Gerakan Membangun Desa Sang Bumi Rua Jurai (Gerbang Desa Saburai) adalah program yang digagas kemudian oleh pasangan Ridho-Bachtiar untuk mengatasi kemiskinan dan mengangkat 380 desa tertinggal menjadi desa mandiri dan sejahtera.

Menurut Gubernur Ridho, Gerbang Desa Saburai berangkat dari fakta lapangan bahwa masih banyak desa tertinggal yang butuh percepatan pembangunan.

“Seluruh desa yang masuk program ini dipilih berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebagai alat ukur. Desa yang tertinggal dibangun secara bertahap agar dalam tiga tahun dapat berubah dari status tertinggal, menjadi desa yang sejahtera dan mandiri.” paparnya

Gerbang Desa Saburai setiap tahunnya secara bertahap mengucurkan dana sebesar 240 juta untuk setiap desa yang peruntukannya digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana seperti pembangunan jalan usaha tani untuk memperlancar masyarakat desa dalam mengangkut hasil-hasil pertanian.

Diakhir tahun 2017 Program Gerbang Desa Saburai membawa kabar yang cukup membanggakan. Dari 380 desa tertinggal, 261 diantaranya berhasil diangkat menjadi desa yang mandiri dan lebih sejahtera.

Bahkan data dari Tim Advokasi Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengungkapkan kondisi penanganan kemiskinan di Lampung makin membaik.

Muhammad Arif Tasrif dari TNP2K pada Bulan April 2018 memaparkan bahwa Lampung masih berada di atas Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat dan Papua. Prosesntase penduduk miskin Lampung berkisar 13,04%.