Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Gila, dalam Sehari Komplotan Begal Empat Kali Beraksi di Lampung Utara

Gila, dalam Sehari Komplotan Begal Empat Kali Beraksi di Lampung Utara

550
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Aksi egal sepeda motor (ilustrasi © kaskus)

KOTABUMI–Aksi pembegalan motor kembali ‘menggila’ di wilayah Lampung Utara (Lampura). Tak tanggung – tanggung, pada hari ini saja (3/3/2015) setidaknya empat aksi  pembegalan terjadi di Kabupaten Lampung Utara.

Lebih gilanya lagi, komplotan begal sepeda motor itu merampas sepeda motor para korbannya di empat lokasi berbeda dan dalam  waktu yang hampir bersamaan, yakni antara pukul 05:30 WIB – 07:30 WIB. Artinya, dalam rentang waktu kurang dari tiga jam terjadi aksi pembegalan sepeda motor.

Ahmadi (18), warga Way Abung III, Isorejo, Bunga Mayang, Lampura merupakan korban yang terakhir di hari nahas itu. Akibat kejadian itu, siswa SMA swasta di Kotabumi tersebut harus merelakan ‘kuda besi’ miliknya dibawa kabur oleh para begal,  pada Selasa (3/3) sekitar pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, kala itu korban yang mengendarai motor Honda Beat warna hijau dengan nomor Polisi BE 4327 JU hendak berangkat menuju sekolahnya di Kotabumi.

Setibanya, di dekat daerah pabrik Sinar Laut, tepatnya di Desa Talang Batin, Kotabumi Ilir, remaja ini dipepet oleh dua orang tidak dikenal dengan mengendarai motor Honda supra x 125 warna hitam lis merah.  Setelah memepet dan memberhentikan korban, seorang pelaku lantas merampas kunci motor.

Awalnya, korban berusaha melawan. Tapi, rekan pelaku lainnya lantas mencabut golok dan mencoba membacok korban. Korban pun lantas lari untuk menyelamatkan diri. Sementara, kedua pelaku langsung membawa kabur motor korban.

Sementara, Nasarudin (46), warga Rejosari, Kotabumi Selatan, ketika ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian, Polres Lampura mengaku bahwa dirinya sengaja mendatangi Mapolres Lampura guna melaporkan aksi kawanan begal yang telah merampas kendaraannya di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya didepan jalan Bangau V, Selasa (3/3) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kawanan begal merampas sepeda  motor merek Honda Revo kesayangannya dengan nomor Polisi A 3747 VR. Saat itu, dirinya beserta isterinya Meilina (42) hendak ke pasar Sentral Kotabumi. “Kami dipepet oleh dua orang tidak dikenal di Bangau V. Seorang pelaku menodongkan senjata api,” kata dia.

Menurutnya, selain mengarahkan senjata api kepada mereka, pelaku lainnya yang berada di bagian belakang mengacungkan parang. “Yang dibonceng pakai laduk (parang),” tuturnya.

Djohan Yusuf (24), warga Raden Intan, Gang Tulang Bawang I, Kotabumi, melaporkan aksi pembegalan yang menimpa dirinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lampura, Selasa (3/3)

Di waktu yang bersamaan namun di lokasi yang berbeda, komplotan begal lainnya juga merampas motor Honda Blade BE 6847 JT milik Umiyati (44) warga Jalan Raden Intan, Kota Alam, Kotabumi Selatan. Pembegalan terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Desa Mulang Maya, tepatnya di persimpangan gunung Angger sekitar pukul 05:30 WIB.

Saat itu, korban hendak menuju ke rumah sanak familunya. Korban dipepet oleh enam orang yang menungganggi tiga kendaraan. Salah seorang pelaku mengancam korban dengan golok. Merasa jiwanya terancam, akhirnya ibu rumah tangga ini merelakan motornya dibawa kabur.

Di tempat berbeda, 1,5 jam sebelumnya, aksi komplotan begal terjadi di Gang Tulang Bawang I, dekat perumahan Bank BNI, Selasa (3/3) sekitar pukul 04.00 WIB. Komplotan begal merampas motor Jupiter Z BE 7875 JW milik korban DJohan Yusuf (24), warga Jalan Raden Intan, Kota Alam, Kotabumi Selatan.

Korban menceritakan, kala itu dirinya yang memboncengi dua rekannya hendak masuk ke gang rumahnya usai membesuk bibinya, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu, Kotabumi. Mendadak, munculah dua pelaku yang langsung menghadang motornya sembari mengacungkan golok dan menodongkan senjata api.

“Yang bawa motor ngacungin senpi, yang bonceng ngacungin golok,” paparnya usai melapor ke Polres Lampung Utara, Selasa siang.

‎Menyikapi merajalelanya aksi kawanan begal di wilayahnya, Kepolisian Resor (Polres) Lampura menegaskan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan atas laporan korban begal. Sebagai langkah pencegahan, menurut dia, pihaknya akan terus menggiatkan Patroli di jalan-jalan yang dianggap rawan kejahatan.

“Kami langsung ambil langkah penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Lampura, Ajun Komisaris Bunyamin.

Baca Juga: Lampung Timur, Lampung Utara, dan Bandarlampung Paling Rawan Pembegalan
Baca: Polda Lampung Bentuk Tim Khusus Anti-Begal