Gila, Paman Mencabuli Keponakan Puluhan Kali karena tak Mau Keduluan Pria Lain

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com


BANDARLAMPUNG – Kepolisiaan Sektor Kota (Polsekta) Kedaton, Bandarlampung, meringkus Supardi (50) Warga Labuhandalam, Kecamatan Tanjung Senang,  Bandarlampung pada Sabtu (19/7) sekitar 08.00 WIB. Supardi ditangkap karena diduga kuat mencabuli keponakannya sendiri, CS (17), hingga puluhan kali. Tersangka ditangkap petugas saat sedang berada di rumahnya.

Kapolsekta Kedaton, Kompol Hepi Hasasi, mengatakan terungkapnya kasus pencabulan tersebut berawal dari laporan korban berinisial CS (17). Karena merasa tak tahan dengan perlakuan pamannya, bersama ibu kandungnya berinisial R (45), CS melaporkan ulah bejat pamannya  ke Mapolsekta Kedaton,  Jumat (18/7/ 2014). CS mengaku selama ini diam saja karena takut diancam oleh pamannya.

“Dari keterangan korban, pencabulan yang dialami CS sudah terjadi sejak dia masih duduk di bangku  kelas 2 SMP. Kemudian terjadi lagi saat korban kelas 2 SMA di  Bandarlampung,” kata Hepi kepada Teraslampung.com Minggu (20/7).

Setelah mendapat keterangan korban, kata Hepi, petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap pelaku pada keesokan harinya. Pelaku berhasil diringkus oleh petugas Babinkamtibmas Polsek Kedaton setelah mendapatkan informasi dari ketua RT setempat mengenai keberadaan pelaku.

“Pelaku diringkus saat sedang berada dirumahnya, selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsekta Kedaton untuk diperiksa. Dia langsung kami tahan,” kata Hepi.

Saat diperiksa polisi, pelaku Supardi mengakui perbuatan bejatnya. Ia mengaku mencabuli CS di rumahnya sendiri sejak Februari 2013. Supardi  beralasan, dia menggali keponakannya karena tak rela kegadisan keponakannya direnggut pria lain.

“Dia (Supardi) mengaku lebih baik mendahului merenggut kegadisan CS yang masih keponakannya itu. Selain itu juga, pelaku merasa sudah merasa membesarkannya sejak kecil,” jelas Hepi.

Berdasarkan keterangan korban dan tersangka, korban CS selama ini dititipkan oleh orangtuanya kepada Supardi. Ibu korban kerja ke Jakarta menjadi buruh pabrik.  Ibunya seminggu sekali pulang.

“Tujuan ibunya menitipkan anaknya kepada Supardi sebenarnya agar anaknya bisa tetap melanjutkan sekolah,” kata Hepi.

  • Bagikan